Paket SBS-WT Kawatir Program Tidak Jalan, Begini Tanggapan Paket SN-KT

  • Bagikan

TimorBerita. Betun – Debat kampanye terbuka calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang di gelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malaka di Aula Susteran SSpS, Rabu (04/11/2020), menjadi tontonan menarik masyarakat.

Debat kampanye terbuka ini dipancarkan melalui live siaran RRI Atambua dan chanel Facebook KPU Malaka.

Debat kampanye perdana ini dipandu moderator mantan Ketua KPU Provinsi NTT, Maryanti Luturmas Adoe. Hadir pula dua tim ahli penyusun materi debat yakni Ahmad Atang dan John Kotan.

Nampak seru dan menarik adu argumentasi ide dan gagasan yang dimainkan antara paslon nomor urut 1 paket SN-KT Simon Nahak – Louse Lucki Taolin dan paslon nomor urut 2 paket SBS-WT Stef Bria Seran-Wendelinus Taolin.

Dua paslon terlihat pandai saat terjadi saling jawab dan silang pertanyaan pada segmen keempat babak debat perdana ini.

Paket SBS-WT saat awal diberi kesempatan mengajukan pertayaan terkait penjelasan postur APBD Kabupaten Malaka saat ini. Lantaran saat dalam sosialisasi Paket SN-KT menjanjikan banyak program pembangunan.

Pertanyaan ini pun dijawab santai oleh paket SN-KT. Menurut Calon Bupati Simon Nahak, ketika maju sebagai pemimpin tentunya ada 3 hal khusus yang harus dipahami yaitu Birokrasi, pembangunan dan kemasyarakatan. Untuk mewujudkan semua rencana pembangunan dibutuhkan anggaran yang memadai.

Baca Juga:  Paslon SN-KT Tekad Bangun BalaiĀ  Adat Desa

“Dan kami sudah memikirkan semua itu agar pembangunan dapat terukur sesuai dengan kemampuan APBD kita yang ada,” jelas Simon, pencacara kondang ini.

“Saya sudah membaca APBD kita dari pimpinan terdahulu yang disitu terdapat 840 miliar APBD kita. Ketika melihat PAD yang hanya 49 miliar tentu ini sudah seharusnya banyak hal yang perlu kita bangun untuk bisa meningkatkan PAD kita,” tambahnya.

Menurut Simon, dalam program kerja perlu adanya swasembada pangan karena Malaka banyak komoditi pertanian, peternakan, kehutanan, pertambangan dan bidang-bidang lainnya.

Untuk mendukung ini harus diperhatikan dengan cara kerja keras karena APBD dan PAD Malaka sangat minim.

Dikatakan apabila dengan upaya-upaya yang telah dilakukan pembangunan gunakan APBD yang ada belum terukur, maka suka tidak suka mau tidak mau perlu menghadirkan investor-investor untuk menaikan PAD.

Dan didalam menjalankan sebuah pembangunan tentu harus terukur dalam penentuan anggaran, bukan hanya dilakukan oleh seorang Bupati dan Wakil Bupati tetapi harus di tetapkan bersama legislatif.

Pandangan Paket SN-KT, di tanggapi Paket SBS-WT melalui calon Bupati Stefanus Bria Seran. Menurutnya jawaban Paket SNKT membuatnya senang karena Paslon Nomor satu telah menyadari bahwa kemampuan fiscal Malaka sangat terbatas.

Tetapi dengan janji yang begitu banyak kegiatan pembangunan yang nanti dibiayai maka rakyat tidak memberikan kepercayaan kepada paslon SN-KT. Karena dalam penjelasan sudah mengakui bahwa APBD Malaka sangat minim.

Baca Juga:  Paket SN - KT Jamin Merata Olah Lahan Gratis Berobat Gratis

“Apa kiat-kiat saudara agar rakyat bisa percaya bahwa apa yang sudah dijanjikan bisa jadi kenyataan,” tanya SBS.

Menurut Stefanus sebagai ilustrasi saja sampai tahun 2020 PAD Malaka hanya 6,3% dari total APBD. Sedangkan 78,1% itu merupakan dana ganjaran dari pemerintah pusat. Dan pendapatan-pendapatan lainnya sebesar 15,6%.

Jika melihat APBD seperti ini dan dengan janj-janji yang begitu banyak dikuatirkan nanti setelah lima tahun Paket SN-KT terpilih pasti tidak akan buat sesuatu.

Menurut calon incumben ini ada juga yang memberikan insetif, sampe jembatan harus dibangun sekian banyak. Ini sangat menyulitkan paket SN-KT untuk mengelola APBD. Apalagi saat ini masuk dalam era krisis dunia oleh karena pandemi Covid-19.

Tentunya lanjut Stefanus jika tidak memikirkan tentang kesulitan-kesulitan global yang mempengaruhi pendapatan Negara dan juga pendapatan daerah.

Tentunya akan menyulitkan untuk mendapatkan anggaran yang cukup untuk membiayai kegiatan banyak yang sudah dijanjikan atau yang diharapkan masyarakat. Untuk itu perlu klarifikasi dan penjelasan lebih detail agar rakyat tahu.

Menanggapi pertanyaan sanggahan dari paket SBS-WT , Calon Bupati Simon Nahak dan Louise Lucky Taolin atau paket SNKT, dengan suara lantang menegaskan bahwa paket SN-KT hadir untuk membangun Malaka.

Baca Juga:  Optimis Menang Warga Kletek Nyatakan Sikap Dukung Paket SN - KT

Tentunya infrastruktur menjadi dasar supaya memperlancar berbagai kegiatan-kegiatan pembangunan ekonomi di Malaka.

Menurut Simon daerah ini harus di bangun. Untuk bisa mewujudkan semua itu, tentunya tidak bisa menutup diri terhadap kemampuan dan potensi yang ada.

Ketika melihat bahwa masih mempunyai kelemahan dibidang fiscal maka strategi yang dibangun dengan cara harus membuka diri terhadap investor-investor untuk datang di Kabupaten Malaka.

“Kita juga harus membuka diri untuk pemerintahan provinnsi dan pusat. Untuk bisa sama-sama membangun kabupaten kita. Mengapa demikian karena kabupaten Malaka merupakan kabupaten serambi Indonesia. Kita tau bahwa Malaka menjadi kabuaten yang berada di perbatasan negara. Sehingga tidak mungkin kita membiarkan menjadi kabupaten yang tertinggal dan tidak lancar akan proses-proses pembangunan,” jelasnya.

Menurut Simon komunikasi perlu di buka karena menyadari kabupaten Malaka letaknya sangat strategis. Sehingga harus membuka diri untuk bisa melakukan kegiatan untuk menambah PAD. Sebagai contoh komoditi yang ada di Malaka adalah beras dan jagung. Ketika kita bisa membuat brand beras Nona Malaka maka paket SN-KT yakin akan menambah PAD Kabupaten Malaka.(Nabu/Joka)

  • Bagikan