Jonas Salean Terdakwa, Penerima Tanah Belum Tersentuh, Kajati NTT Ditantang

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH ditantang keberaniannya untuk mengusut kasus dugaan bagi bagi tanah Pemkot Kupang.

Pasalnya deretan sejumlah nama yang diduga ikut menerima tanah dari
mantan walikota kupang hingga kini belum dipanggil untuk diperiksa Polisi. Terkait kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tahun 2017 senilai Rp 66 miliar.

Dosen Sosiologi Fisip Undana Kupang, Lazarus Jehamat kepada wartawan, Senin (16/11/2020) menuturkan dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemkot Kupang oleh terdakwa Jonas Salean, tentunya menjadi sorotan masyarakat.

Baca Juga:  Covid-19, Angka Kemiskinan TTU Bertambah

Dalam tahapan ini keberanian Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH di uji masyarakat apakah berani atau tidak. Sebab ada pengakuan bagi bagi tanah untuk oknum pejabat termasuk keluarga terdakwa.

Menurut Lazarus , para penerima tanah yang melibatkan para pejabat publik seperti Yeskiel Loudeo, Ketua DPRD Kota Kupang, Direktur RS S. K. Lerik Kupang, Marsiana Halek, Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, Christian Baitanu, Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, dan Jhon Sine Ketua PN Maumere, hingga belum tersentuh oleh Kejati NTT.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Yakin Jonas Salean Tidak Bersalah, Ada Bukti Hukum

Lazarus menuturkan Kajati NTT, Dr. Yulianto harus mengambil langkah hukum yang tegas terhadap sejumlah pejabat publik yang menerima tanah dari terdakwa Jonas Salean. Yang mana tanah tersebut merupakan bagian dari aset Pemkot Kupang.

“Dalam kasus ini, nyali dari Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH diuji. Kajati NTT diuji dalam penegakan hukum dan memberikan keadilan dalam menegakan hukum sebagai aparat penegak hukum,” sebutnya.

Baca Juga:  Kerugian Fantastis, Target Desember Kasus Aset Negara Labuan Bajo Disidangkan

Lazarus memohon Kajati NTT, Dr. Yulianto, jangan menutup mata dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di NTT.

Khususnya dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah yang kini membawa Jonas Salean dalam proses hukum di Pengadilan Tipikor Kupang.

Menurut Lazarus kasus ini bukan hanya terdakwa Jonas Salean, tetapi penerima tanah juga dinilai layak dan pantas diproses hukum di Pengadilan Tipikor Kupang. (RL/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!