Bupati TTU Terpilih, Imbau Pawai Kemenangan Dibatalkan

  • Bagikan
TimorBerita.KefamenanuBupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara Terpilih, Djuandi David dan Eusabius Binsasi (Paket Desa Sejahtera) mengimbau semua pendukung agar tidak melakukan konvoi atau pawai kemenangan.

Alasannya, agar tidak menciptakan kerumunan, juga tidak ada ijin keramaian yang dikeluarkan oleh Kapolres TTU.

Bupati TTU Terpilih David Djuandi Jumat (11/12/2020), mengimbau semua masyarakat pendukung, khususnya koordinator tim pemenang agar tidak mengkerahkan massa masuk kota.

Ia mengatakan meski digelarnya pawai merupakan gerakan spontan dari pendukung Paket Desa Sejahtera, tetapi sebaiknya semua menahan diri untuk tidak boleh melakukan pawai konvoi.

Baca Juga:  Suasana Haru Mewarnai Sertijab Bupati Malaka, Ini Pesan Viktor Manek
Sebaiknya menjaga Biinmaffo agar tetap kondusif, tenang, aman, damai didalam suasana pesta Demokrasi ini.Dan mentaati anjuran pemerintah untuk tidak menciptakan kerumunan ditenga covid-19

Mohon sampaikan kepada semua, hari ini tidak ada pawai. Tidak ada ijin dari Polres TTU,” ujar David.

Ia mengimbau semua pendukung untuk menahan diri tidak melakukan evoria sambil menunggu penetapan KPU. Untuk itu sebaiknya fokus untuk mengawal hasil yang hari ini sudah digelar pleno rekapitulasi tingkat kecamatan.

Baca Juga:  Bupati dan Wabup Belu "Duduk Melingkar" Bersama Jurnalis Perbatasan RI-RDTL

Sementara Agustinus Siki salah satu kordinator Tim Pemenangan Paket Desa Sejahtera mengaku sangat mengapresiasi gerakan spontanitas masyarakat untuk gelar pawai kemenangan. Rencananya terpusat di ibu kota Kefamenanu.

Anggota DPRD TTU dua periode ini menuturkan massa diperkirakan mencapai 50000 orang. Semua datang dari 23 Kecamatan luar kota. Belum lagi massa kota yang sudah menanti untuk pawai kemenangan.

Baca Juga:  Sebelum Habisi Nai Kiik, Pelaku Sempat Tanya Isteri Korban

Tetapi rencana gerakan pawai massa roda dua dan empat spontan dibatalkan karena ada pertimbangan lain. Harus dihormati, saran bupati dan wakil bupati sebaiknya fokus kawal hasil pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan.

” Ini gerakan spontanitas masyarakat karena senang pemimpin TTU yang baru. Kalau tidak dibatalkan ini hari kota kefamenanu lautan manusia,” ujar Agustinus, sosok mungil yang dikenal piawai dalam urusan politik. ( Neno)

  • Bagikan