Menteri Pertanian Maret Balik Lagi, Pantau Food Estate Belu

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua – Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo meninjau kawasan baru pengembangan lumbung pangan atau Food Estate Kabupaten Belu, Perbatasan RI-Timor Leste, Kamis (11/2/2021).

Lokasi Food Estate Rotiklot, tepatnya di desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunjungan itu, Mentan Syahrul juga menyerahkan simbolis bantuan benih komoditas padi varietas ciherang kepada para petani.

Menteri Pertanian Syahrul mengatakan segera membantu kebutuhan petani berupa bantuan traktor dan bibit. Termasuk bangunan irigasi bendungan Rotiklot sehingga dialirkan menuju area persawahan Fatuketi.

” Sebentar saya vicon dengan pak Presiden Jokowi dan┬ásampaikan untuk membuat irigasi sekunder dari Rotiklot. Sedangkan untuk bantuan traktor dan bibit, Dirjen Pertanian akan selesaikan semuanya dalam bulan Maret ini,” ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini.

Baca Juga:  Dua Paket Akui Kemenangan Desa Sejahtera, Begini Pesannya

Mentan Syhahrul mendorong pengembangan food estate dengan penyediaan sarana produksi, alat pra panen dan pascapanen guna meningkatkan produktivitas serta pengembangan pertanian berbasis koorporasi dan kluster.

” Pertanian di Belu perlu diperbaiki. Kita susun programnya, perbaiki irigasinya sampai dengan industrinya. Jangan kita hanya buat beras saja, tetapi perlu diatur yang baik. Kita harus saling peduli untuk kemajuan pertanian,” tandasnya.

Mantan Bupati Gowa Provinsi Sulawesi Selatan ini mengatakan harus ada perbaikan varietas padi, pemupukannya, sehingga lahan sawah di area Fatuketi bisa memproduksi 5 ton padi per hektare. Bukan seperti sebelumnya hanya mampu produksi padi 3,4 ton perhektare.

” Harus memperbaiki cara bertani masyarakat. Dirjen perkebunan, Pertanian dan Direktur Pupuk harus bisa membuat industri pertanian di Belu. Jangan area food estate hanya untuk produksi beras,” tandasnya.

Baca Juga:  Bupati TTU Terima Bantuan Peduli Bank NTT

Menurut Syahrul manfaat membangun kawasan food estate dalam skala luas di kawasan ini merupakan pengintegrasian proses laju pertanian dari hulu sampai hilir.

Sehingga diharapkan komoditas pertanian bisa diolah agar memiliki nilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Ia menambahkan dukungan kemajuan pertanian perlu sinergitas bersama antara pemerintah pusat dan daerah, dukungan TNI, Polri dan pemangku kepentingan.

Semua bergandengan tangan agar food estate berhasil di Belu. Dikembangkan untuk kabupaten tetangga seperti TTU dan Malaka sehingga semua harus capai target.

Mentan Syahrul menambahkan, Kabupaten Sumba Tengah, food estatenya sudah di tanami 5000 hekatare. Rinciannya padi seluas 3000 hektare dan jagung sebanyak 2000 hektare. Sehingga masyarakat harus bekerja lebih giat sehingga Kabupaten Belu tidak boleh kalah saing.

Baca Juga:  Frans Fay Jadi Plh Bupati TTU, Besok Serah Terima Jabatan

Mentan Syarul berjanji akan kembali bersama Gubernur NTT untuk melihat perkembangan food estate Belu pada Maret 2021 nanti. Sebelum melanjutkan perjalanan, Syahrul sempat mengunjungi bendungan Rotiklot yang lokasinya tidak jauh dari area food estate Fatuketi Kakuluk Mesak.

Rencananya potensi lahan untuk pengembangan Food Estate Rotiklot di Kabupaten Belu, seluas 380 hektare. Komoditi yang akan dikembangkan pada musim tanam I padi seluas 350 ha dan di musim tanam II untuk komoditas palawija seluas 200 hektare.

Selain pengembangan komoditas tanaman pangan, direncanakan juga pengembangan komoditas hortikultura seluas 25 hektare dan perkebunan sebanyak 50 hektare. (Ren/05-Red)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan