Fraksi Golkar TTU Sesalkan Aksi Demonstrasi Cipayung, Anarkis Bisa Terjerat Hukum

  • Bagikan

Sebelumnya Jumat 29 Oktober 2021, sekitar ratusan mahasiswa yang bergabung dalam Cipayung menggelar demonstrasi.

Para aktifis mempertanyakan RPJMD yang diparipurnakan tanpa KLHS yang divalidasi. Perda nomor 3 tahun 2021 tentang RPJMMD 2021-2026, dinilai inprosedural atau cacat hukum. Perda nomor disahkan tanpa persetujuan validasi KLHS sebagai salah satu persyaratan.

Pantauan wartawan massa yang tergabung dalam Cipayung TTU melakukan titik start dari depan kampus Universitas Timor massa menumpang kendaraan roda 4 dan roda 2, spanduk dan pengeras suara berorasi menuju gedung DPRD TTU.

Baca Juga:  Kita Sehati Nomor 1, Fresh 2 dan Desa Sejahtera 3

Saat tiba pimpinan dan anggota DPRD sedang melakukan tugas kedinasan di luar daerah. Massa tidak puas sehingga menyegel ruang sidang utama DPRD TTU. Aksi ini diduga merusak sejumlah fasilitas meja yang berada di depan ruang sidang.

Usai menyegel, massa bergerak menuju ke kantor Bupati TTU, Sesampainya di gerbang masuk kantor bupati, massa sempat dihadang oleh anggota Polres TTU dibantu oleh Sat Pol PP. Setelah melakukan negosiasi, massa pun akhirnya diperbolehkan masuk.

Baca Juga:  Meski Menuai Protes, Bupati TTU Tetap Buka Pameran

Saat di halaman depan kantor bupati, tidak bertemu Bupati David Juandi atau Wabup Eusabius Binsasi. Saat itu kedua pimpinan daerah sementara melakukan tugas kedinasan sehingga Penjabat Sekda TTU Fransiskus Fay yang diperintahkan untuk menemui massa aksi. Namun kehadiran Fransiskus ditolak oleh massa.

Massa yang sudah berang berkali-kali ingin menerobos masuk ke gedung kantor Bupati. Namun dihadang oleh anggota Polres TTU dan Sat Pol PP.

Aksi saling dorong pun terjadi oknum dari massa aksi melemparkan gelas air mineral bahkan gumpalan tanah ke anggota Polisi dan Sat Pol PP yang sementara berjaga.

Baca Juga:  Jantung Kota Atambua Romol, Dinas Perindag Bergerak Tata Ulang

Melihat situasi yang sudah memanas, Polres TTU mengerahkan mobil Water Cannon dan membubarkan massa. Meski sempat mobil Water Cannon menyemburkan air, massa pun tidak beranjak meninggalkan kantor bupati.

Setelah situasi mulai tenang, perwakilan massa aksi pun kemudian diminta masuk untuk bertemu dengan penjabat Sekda TTU Fransiskus Fay yang digelar di ruang sidang Bupati TTU. (Rey/ Azka)

  • Bagikan