ABK WNI Terlantar di Perairan Timor Leste, Dubes Gerak Cepat

  • Bagikan

TimorBerita. Dili || Sebanyak 20 anak buah kapal (ABK) Tangker MT Ocean Star asal Indonesia terlantar di perairan Timor Leste.

Para ABK terlantar hanya makan mi instan kering dan sudah empat bulan tidak diberikan upah. Informasi ini mencuat beredarnya video berdurasi singkat di media sosial.

Menanggapi ini, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Timor Leste Sahat Sitorus menjelaskan, sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, terkait nasib 20 anak buah kapal (ABK) Tangker MT Ocean Star asal Indonesia itu.

Sitorus menyebut pada Minggu 20 Juni 2021, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili telah melakukan komunikasi dengan kapten kapal.

“Diperoleh informasi dari kapten kapal, seluruh kru kapal dalam keadaan sehat,” ungkap Sitorus Senin (21/6/2021).

Seperti dilansir kompas.com Dubes RI untuk Timor Leste menjelaskan, kru kapal telah mendapat kiriman cadangan bahan makanan, air minum, air tawar dan bahan bakar dari agen kapal di Timor-Leste pada 17 Juni 2021.

Baca Juga:  Jalan Berliku Finish, Simon dan Kim Resmi Pimpin Malaka

Menurut Sitorus saat ini kru kapal sudah mulai dapat bekerja kembali. Persediaan logistik yang dikirimkan oleh agen kapal tersebut diperkirakan masih cukup untuk beberapa hari ke depan.

“Berkaitan dengan kondisi kapal, kapten kapal menyampaikan, dengan diterimanya pasokan bahan bakar, listrik kembali menyala normal sehingga dapat mengaktifkan mesin untuk memompa air keluar dari kapal,” tandas Sitorus.

Dubes RI untuk Timor Leste mengatakan, posisi kapal saat ini masih parkir lepas jangkar sekitar dua kilometer dari dermaga di kawasan pelabuhan Dili, ibu kota negara Timor Leste.

Itu artinya, kata Sitorus, posisi kapal bukan berada di laut lepas.

Walaupun kapal tidak merapat ke dermaga, namun posisi kapal bisa terlihat jelas dari tepi pantai Dili.

Baca Juga:  Uskup Atambua Resmikan Kantor Pusat Koperasi Credit Union

“Kapal terpantau dalam kondisi stabil,” ujar Sitorus.

Kedubes Sitorus menuturkan, pada 18 Juni 2021, telah dilaksanakan pertemuan antara agen kapal MT Ocean Star dan perwakilan dari KBRI Dili.

Pertemuan juga dihadiri perwakilan kru kapal yang suasananya berlangsung cair dan kekeluargaan.

Pihak agen kapal, berkomitmen untuk segera menyelesaikan pembayaran gaji dan mengirimkan logistik secara berkala.

KBRI Dili kata Sitorus, akan terus memantau pelaksanaan komitmen agen tersebut.

“Pada hari yang sama, otoritas setempat juga telah melakukan inspeksi ke atas kapal,” kata dia.

Menurutnya kasus ini bermula pada 25 Mei 2021, nahkoda kapal menghubungi KBRI Dili dan menyampaikan permasalahan terkait ABK Kapal MT Ocean Star.

Mereka menyampaikan jika gaji ABK belum dibayar, kiriman logistik dan BBM dari agen kapal pun mulai tersendat.

Baca Juga:  Lakmas NTT Kesal Kejari TTU Lamban Proses Kasus Dana Desa Naekake B

Beberapa hari kemudian, stok logistik dan bahan bakar kapal telah habis.

Mengingat pasokan logistik dari agen kapal tidak kunjung tiba, KBRI Dili lalu mengirimkan bahan makanan dan air minum ke kapal sebanyak empat kali, yaitu tanggal 2 Juni, 5 Juni, 8 Juni dan 14 Juni 2021.

KBRI Dili bersama dengan Kementerian Luar Negeri RI dan instansi-instansi terkait, akan terus berkoordinasi menangani permasalahan ABK WNI di Kapal Tanker MT Ocean Star.

Dalam hal ini, KBRI Dili memprioritaskan untuk memberikan bantuan dan perlindungan semaksimal mungkin kepada para ABK WNI, terutama penyelesaian hak-hak para ABK.

KBRI Dili juga terus berkoordinasi dengan otoritas Timor Leste untuk mendorong penyelesaian permasalahan 20 ABK WNI ini. (Axi)

  • Bagikan
error: Content is protected !!