Aksi Pelemparan “Coreng” Pilkada Malaka, Pengamat Hukum Minta Usut Pelaku

  • Bagikan

Timorberita. Kupang –Tindakan serangan batu yang sudah terjadi dua kali di tahapan kampanye Pilkada Malaka, perlu di usut tuntas, siapa pelaku dan dalang  di balik aksi itu.

Peristiwa pelemparan batu sudah dua kali terjadi dan sasarannya dialami tim pendukung dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, perlu diusut tuntas. Lantaran mestinya tidak terjadi karena merusak dan mencoreng pesta demokrasi ini.

Pengamat hukum Dosen Fakultas Hukum Unwira Kupang. Mikhael Feka,SH,.MH di hubungi Timorberita.com, Rabu (14/10/2020) mengatakan, sangat prihatin atas tindakan itu. Mestinya tidak terjadi apalagi ada indikasi politik.

Memurut Mikhael perbuatan yang dilakukan tidak bisa dikenakan tindak pidana pilkada sebagaimana diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016. Namun perbuatan tersebut murni pidana sesuai pasal 170 ayat 1 junto pasal 406 ayat 1 KUHP.

Baca Juga:  Andina W. Kebo Resmi Ganti Frengky Saunoah Jadi Anggota DPRD TTU

Menurut Mikhael perbuatan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,  sebagaimana diberitakan di sejumlah media, masuk kategori perbuatan pidana sehingga perlu diusut tuntas pihak berwajib.

Dikatakan tindakan brutal ini masuk pidana umum sehingga bisa dilaporkan ke kepolisian terdekat atau bisa juga melalui pengawas pemilihan setempat.  Nanti dibahas di sentra gakkumdu untuk direkomendasi ke tindak pidana umum. Sebab tindakan hukuman di KUHP lebih besar ketimbang menggunakan UU Pilkada.

“Nanti dalam penyelidikan dan penyidikan akan dikembangkan. Siapa pelakunya, siapa yang turut serta dan siapa yang menyuruh melakukannya diharapkan semua akan terungkap,”tandas Mikhael pengacara kondang ini.

Baca Juga:  Paket Sehati Bangun Belu Dengan Sentuhan Lima Program Unggulan

Dikatakan, prinsipnya semua orang sama di hadapan hukum.  Siapapun yang mengetahui adanya sebuah peristiwa pidana dapat dimintai keterangannya sebagai saksi. Sehingga pihak berwajib perlu mengusut tuntas agar pesta demokrasi berjalan sukses dan lancar.

Sekedar tahu, dalam tahapan kampanye berlangsung terjadi aksi pelemparan di saat tim pendukung paslon melintas. Seperti korban yang dialami perempuan Sis PSI pendukung paslon Simon Nahak dan Kim Taolin, paket SN – KT. Sejumlah kaum perempuan mengalami luka terkena lemparan batu.

Kejadian itu terjadi saat tim kampanye paslon SN-KT pulang dari lokasi kampanye terbatas di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku, Senin (12/10/2020). Saat melintas sekira pukul 18.00 desa Hatimuk, tepatnya di depan rumah jabatan bupati kediaman calon bupati incumben.

Baca Juga:  Praktisi Hukum Apresiasi Sikap Pjs Bupati Malaka Batalkan Surat Instruksi ASN Pantau TPS

Peristiwa serupa terjadi 2 Oktober 2020, mobil Devi Ndolu, ketua tim pemenangan paket SBS-WT terkena lemparan batu saat melintasi di tengah hutan.  Saat itu usai kampanye paslon Stef Bria Seran dan Wendelinus Taolin, paket SBS-WT di desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur.

Meski tidak ada korban luka namun mobil yang ditumpangi Devi Ndolu terkena lempar di bodinya.

Dugaan kuat aksi pelemparan itu terjadi aksi balas dendam diantara kedua pendukung pasangan calon yang ikut berkompetisi di Pilkada Malaka 9 Desember mendatang. (Joka/Tim)

  • Bagikan
error: Content is protected !!