Meski Menuai Protes, Bupati TTU Tetap Buka Pameran

  • Bagikan

KEFAMENANU, Timorberita.com-
Gelombang protes dari berbagai kalangan, tokoh agama maupun organisasi, bahkan mayoritas Fraksi di DPRD TTU, tak digubris Bupati Raymundus Sau Fernandes.Terbukti Sabtu (19/9/2020) pameran pembangunan expo dan pasar rakyat di lapangan Oemanu Kefamenanu, resmi di
dibuka.

Aksi protes dari sejumlah elemen masyarakat begitu gencar menolak pameran pembangunan yang digelar dalam HUT Kefamenanu karena dinilai berpotensi terjadinya penyebaran Covid 19.

Bahkan hingga Jumat kemarin (18/9/2020), para tokoh agama yang bergabung dalam FKUB TTU, LSM dan sejumlah elemen masyarakat lainnya sekitar pukul 18.00 wita kembali mendatangi Pihak Polres TTU.

Peserta yang hadir Ketua Klasis Kefa, Pendeta Badu Lay, Direktris Yabiku, Filiana Tahu, Romo Deken Kefamenanu, Gerardus Salu,Pr, Ketua MUI dan sejumlah tokoh
awam. Para tokoh mendatangi
Polres TTU guna mendukung Kapolres melakukan penegakan hukum atas kegiatan yang tidak mendapatkan ijin keramaian dari Polres.

Baca Juga:  Tabur Bunga di Taman Seroja Haliwen, Begini Suasananya

Walaupun demikian, Bupati TTU tetap bersih keras membuka kegiatan pameran pembangunan. Bahkan sebelum membuka kegiatan, Bupati sempat marah kepada polisi yang sedang bertugas di depan pintu masuk untuk memastikan ketaatan protokol kesehatan Covid 19. Acara pembukaan yang dijadwalkan pukul 09.00 wita akhirnya molor hingga pukul 11.00 wita. Lantaran semua pengunjung yang masuk arena pameran wajib pemeriksaan protokol kesehatan.

Turut hadir dalam kegiatan akbar itu Ketua DPRD TTU, Hendrik F. Bana, Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, Para Asisten pimpinan organisasi perangkat daerah dan undangan lainnya.

Baca Juga:  Kades Berhalangan Rapat LKPJ, Begini Tanggapan Dinas PMD TTU

Dalam sambutannya Bupati TTU Raymundus Fernandes mengatakan pameran pembangunan yang diselenggarakan tahun ini berbeda jauh ditahun sebelumnya. Ada pro kontra mewarnai terselenggaranya kegiatan ini karena wabah Covid 19.

Meski begitu, Raymundus tentunya Pemerintah Daerah sedang berpikir untuk mencari solusi untuk kesejahteraan masyarakatnya dan bukan untuk menyusahkan masyarakatnya. Sebab kondisi wabah Covid-19 yang terjadi saat ini menuntut Pemerintah dan masyarakat untuk menyesuaikan hidup di era new normal.

Menurut Raymundus kegiatan pameran expo dan pasar rakyat untuk menggerakkan sektor ekonomi yang perlahan lesu sehingga perlu didorong sendi ekonomi. Selain itu kegiatan ini berdampak sebagai langkah penyesuaian penerapan tatanan kehidupan baru.

Baca Juga:  Musrenbang RPJMD TTU, Ketua DPRD Minta Pemkab Belajar Dari Lembata

“Tentunya wajib ikuti protokol kesehatan gunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir,” sebutnya.

Ia menambahkan, pameran pembangunan menjadi ajang penyebarluasan informasi terkait hasil pembangunan. Juga ajang pameran industri kecil dan menengah diberi kesempatan untuk menjual dan mempromosikan hasil karya menjadi ajang pameran kebudayaan daerah.

Kegiatan pameran pembangunan expo dan pasar rakyat di buka selama tiga hari terhitung Sabtu 19 September hingga penutupan di puncak HUT Kefamenanu Senin 21 September. Kegiatan hiburan pameran diperketat pengamanan sesuai protokol kesehatan. Pintu masuk di kawal ketat anggota Polres wajib masker, cuci tangan dan wajib kantongi identitas KTP. (Rey d)

  • Bagikan
error: Content is protected !!