Aksi Segel Ruang Pimpinan DPRD TTU, Dua Pihak Klaim Benar

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Aksi penyegelan terhadap ruang kerja pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTU, Kamis (28/1/2020) menjadi perhatian publik.

Masing-masing mengklaim benar, tidak ada yang salah dengan argumentasi aturan.

Aksi penyegelan yang dilakukan perwakilan masing-masing Fraksi dengan memalang kayu pada dinding pintu ruang pimpinan, sebagai bentuk protes.

Mereka kecewa dan kesal terhadap sikap pimpinan yang membatalkan sidang evaluasi yang sudah dijadwalkan hari itu. Alasan lain sebagai kekesalan akumulasi agenda setahun yang dinilai gagal.

Rupanya aksi penyegelan itu viral di medsos. Beragam komentar membanjiri laman postingan.

Ada yang dukung ada pula yang cibir, sebab aksinya diwarnai canda tawa menghiasi aksi penyegelan ruang pimpinan itu.

Ketua Fraksi Indonesia Sejahtera, Arifintus Talan mengatakan aksi yang dilakukan pimpinan Fraksi dan anggota sebagai bentuk protes agar segera dilakukan evaluasi sesuai jadwalkan.

Baca Juga:  Dinas PUPR Malaka Angkut Kembali Tumpukan Sampah di Hutan Kateri

Sebab salah satu agenda rapat evaluasi yang akan dilakukan untuk membenahi kinerja lembaga DPRD TTU.

” Aksi penyegelan ruang dengan harapan pimpinan bisa mengambil langkah penyelesaian secara baik sehingga agenda kerja DPRD tidak terhambat,” jelas Arifintus.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku sangat kesal terhadap sikap pimpinan dewan karena pelaksanaan rapat evaluasi sudah dijadwalkan untuk di selenggarakan dibatalkan.

Tetapi ditunda lagi hari Senin (1/2/2020). Penundaan ini tentunya membuat kesal sebab masih ada agenda penting lain yang harus diselesaikan.

Pihaknya mengancam apabila sampai jadwal penundaan sidang dan dibatalkan lagi, tentunya pimpinan dan anggota fraksi bersikap lagi dengan opsi lain.

Dikatakan ada tiga opsi yang dilakukan secara bertahap bila tidak direspon pimpinan DPRD TTU.

Sikap opsi pimpinan dan anggota Fraksi, yakni penyegelan ruang pimpinan. Melakukan mosi tidak percaya kepada pimpinan. Dan melakukan pengaduan kepada Badan Kehormatan Dewan.

Baca Juga:  Bupati TTU Terima Bantuan Peduli Bank NTT

” Jika sampai jadwal penundaan dan batal lagi maka kami akan melakukan mosi tidak percaya terhadap pimpinan dewan,” tegas Arifin.

Sementara Ketua DPRD TTU, Hendrikus F. Bana sangat menyesalkan sikap sejumlah rekan wakil rakyat. Tindakan penyegelan yang dilakukan itu sekedar penggiringan opini publik.

Selama ini aktifitas di lembaga DPRD lancar dan normal sehingga sangat disayangkan sikap tersebut.

Menurut Hendrikus, tindakan penyegelan ruangan itu bukan keputusan yang tepat karena tidak ada dasar aturannya. Apalagi kehadiran fraksi hanya menunjukan salah satu anggota fraksi saja. Sikap yang dilakukan itu sebagai upaya untuk menghambat kinerja pimpinan dewan.

” Jadi begini adik (wartawan-red) jadwal yang ditetapkan itu bukan dibatalkan tetapi ditunda dengan alasannya. Sehingga diinformasikan melalui aplikasi whatsapp grup DPRD TTU bahwa sidang ditunda Senin ini,” jelas Hendrikus.

Baca Juga:  Santai di Pantai Motadikin Felix Bere Nahak Jaring Aspirasi Pemuda

Bukah hanya itu Politisi Partai Nasdem mengatakan tindakan penyegelan ruang pimpinan salah alamat dan tidak ada dasar aturannya anggota melakukan evaluasi kepada pimpinan DPRD TTU. Sebab posisi pimpinan Dewan bukan kewenangan fraksi tetapi sebagai tugas tambahan dari partai.

Hendrikus menjelaskan ancaman mosi tidak percaya terhadap pimpinan itu juga tidak benar dan salah alamat. Sebab itu bukan kewenangan fraksi yang melakukan evaluasi tetapi ada pada partai politik.

Sebagai pimpinan diberikan tugas tambahan dari partai untuk mengemban amanat sebagai wakil dan ketua dewan. Sehingga yang berhak mengevaluasi itu partai politik.

” Kami sebagai unsur pimpinan diberikan tugas tambahan sebagai wakil dan ketua oleh partai politik. Nah sehingga yang berhak mengevaluasi kami itu partai politik,” tandas mantan birokrat pensiunan dini ini. (Bell/ 07-TB)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!