Alfamart Segera Hadir di Belu, Asosiasi Pengusaha Minta Kajian Terbuka

  • Bagikan

TimorBerita, Atambua – Toko Alfamart akan segera melaunching tiga gerai di Kota Atambua, Kabupaten Belu.

Kehadiran Alfamart perlu dikaji sehingga tidak merugikan pihak tertentu.

Alfamart ini rencananya akan dibangun di KM 2 jurusan Atambua-Kupang, Jln. Halimuto dan Jln. Ahmad Yani, Fatubenao.

Meski begitu ketiga gerai Alfamart diharapkan sebelum di lounching perlu ada kajian mendalam.

Penegasan ini disampaikan Asosiasi pengusaha Kabupaten Belu. Mereka meminta untuk segera dilakukan kajian atas kehadiran Alfamart di Belu sesuai Peraturan Kementerian Perdagangan Pasal 12.

Gabungan Pengusaha ini meminta Pemkab Belu dan pihak Alfamart untuk melakukan kajian sebelum membuka Alfamart di Belu.

Gabungan Pengusaha yakni Pio Arnoldson dari Apindo, Mario Tanur dari Aprindo dan Gerson Thonak dari Hipmi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Cabang Belu, Mario Tanur Senin, 21 Maret 2022 mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif agar kehadiran Alfamart didahului kajian sesuai Peraturan Kementerian Perdagangan RI Nomor 53 tahun 2014.

Baca Juga:  Curi Sapi Pakai Mobil Pick Up Polres Belu Amankan Lima Pelaku

“Pemerintah Kabupaten Belu harus melihat dengan cermat dan obyektif. Apakah kehadiran Alfamart ini merupakan investasi atau tidak? Karena kalau investasi maka harus ada income untuk masyarakat dan daerah. Sebab kalau tanpa kajian, maka setelah Alfamart masuk maka peritel yang lain seperti Indomart akan ikut masuk dan mematikan pengusaha lokal yang ada di Belu. Ini harus dikaji dan disampaikan secara terbuka,” tegas Mario.

Lebih lanjut, Mario mengungkapkan persoalan lain yang dihadapi adalah Alfamart pasti tidak akan mengambil stok barang dari distributor lokal karena peritel besar itu, memiliki segala armada yang dibutuhkan untuk memasok barang dari pabrik di Jawa.

Baca Juga:  Inilah Empat Tim Sepakbola Lolos Semifinal PON Papua

Mario menjelaskan bahwa kehadiran Alfamart yang baik harus disertai regulasi minimal Peraturan Bupati karena di berbagai daerah kehadiran Alfamart ada aturannya soal jaraknya harus jauh sepanjang 5-10 Km, sehingga tidak mematikan pengusaha lokal yang ada.

Kajian dimaksud adalah jumlah toko yang akan dibuka, tenaga kerja dan proses penyediaan barang di outlet juga harus diatur.

Selain itu karena ini otonomi daerah, maka pemimpin harus bisa memperkirakan dengan luas daerah atau kota seperti ini dan jumlah penduduk yang ada.

“Apakah kehadiran Alfamart yang rencanaya dilakukan Opening pada April ini sudah memenuhi kaidah yang kami sampaikan dan kehadiran peritel berjejaring sangat dibutuhkan atau tidak,” tanya Mario.

Baca Juga:  Sebelum Habisi Nai Kiik, Pelaku Sempat Tanya Isteri Korban

Hal serupa disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Belu, Pio Arnoldson.

Menurutnya pemerintah harus mewajibkan Alfamart untuk membuat kajian dan menyampikan kepada pemerintah dan asosiasi pengusaha yang ada di kabupaten Belu.

Bagi pihaknya, menerima atau menolak kehadiran Alfamart bukan karena alasan suka atau tidak suka tetapi harus berjalan sesuai regulasi.

Sampai saat ini banyak daerah yang Alfamart tidak bisa masuk karena hasil kajiannya membuktikan bahwa Alfamart tidak layak masuk di daerah tersebut.

“Pemerintah harus berkoordinasi dengan DPRD untuk menindaklanjuti tuntutan Asosiasi pengusaha lalu membuat kajian dan disodorkan ke DPRD.

Sesuai kode etik, kami tidak bisa menolak tetapi berdasarkan regulasi, maka pihak Alfamart harus penuhi kajian itu dulu sesuai regulasi,” tegas Pio. (RenT/Gio)

  • Bagikan