AMPERA MBD Kupang Dukung Amdal  Tambang Minyak Blok Masela yang dirumuskan PT. Impex

  • Bagikan

KUPANG, Timorberita.com- Organisasi AMPERA MBD Kupang mendukung Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Blok Masela yang dirumuskan PT Impex. Kehadiran sebuah perusahaan tentunya sebelum beroperasi sudah melakukan kajian dasar.

Ketua Umum Ampera Maluku Barat Daya (MBD) Kupang, Jacson L.N Markus, Selasa (22/9/2020) di Kupang mengatakan aksi penolakan Amdal PT. Impeks dari sejumlah mahasiswa dan masyarakat yang berada dikota Ambon sangat tidak tepat. Alasannya kajiaan Amdal tidak memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanibar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD).

“Alasan lainya karena wilayah MBD masuk dalam wilayah terdampak eksploitasi migas. Nah itu menjadi kesimpulan dini yang tidak tepat,” sebut Jackson.

Baca Juga:  Longsor di Kota Kupang Renggut Dua Nyawa Suami Isteri

Jackson yang juga aktifis GMNI Cabang Kupang ini mengatakan pihaknya mendukung Amdal yang dirumuskan PT Impeks. Karena keberadaan tambang disuatu wilayah tentunya membawa dampak besar untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Juga untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat di daerah tambang.

Menurut Jacson, jika Amdal yang dibuat oleh pihak PT Impeks ditolak oleh sejumlah mahasiwa dan masyarakat dalam aksi demonstrasi di Ambon belum lama ini. Artinya keberadaan dari perusahaan ini secara tidak langsung juga ditolak.

Padahal menurutnya alasan sebuah perusahaan baik dalam negeri maupun luar negeri sebelum melakukan eksplorasi dan eksploitasi sudah mengantongi Amdal dan ijin lingkungan. Sesuai ketentuaan UU nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Baca Juga:  Salut, Belu dan Dua Daerah Lain Juarai Inovasi Kategori Daerah Tertinggal

” Nah ketegasan dalam regulasi tentu menjadi dasar perumusan Amdal dan wajib hukumnya. Pihak PT. Impeks mengantongi Amdal dan ijin Lingkungan seperti yang dinyatakan dalam ketentuaan regulasi”,sebutnya

Menurut Jacson, ketika dua ketentuaan tersebut tidak terpenuhi maka ada konsekwensi hukum berupa sanksi pidana yang akan dijatuhkan terhadap PT. Impeks dan juga pemerintah. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam pasal 109 UU 32 tahun 2009.

Dikatakan wacana eksploitasi minyak abadi pada 2022 mendatang sangatlah membantu masyarakat di KKT dan MBD. Sebab hal tersebut memberikan kontribusi yang masif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Belu Zona Merah Pjs Bupati Belu Imbau Warga Tetap Waspada Jangan Panik

“Logis kah amdal PT. Impeks ini ditolak. Dasar penolakan yang tidak memberikan suatu bentuk jaminan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. sebenarnya ini tidaklah fair dilakukan,” tandasnya.

Mestinya lanjut Jacson yang perlu dilakukan saat ini ialah bagaimana mendorong pemerintah baik provinsi dan Kabupaten sebagai daerah otonom yang terdampak, untuk segera mempersiapkan SDM, dan menyediakan sarana prasarana pendukung lainya. Untuk menyambut eksploitasi kilang migas di masa yang akan datang.

“Pertimbangan inilah yang menjadi alasan kami Ampere MBD Kupang mendorong kajiaan amdal yang telah dirumuskan oleh pihak PT Impeks,” imbuhnya. (joka/gio

  • Bagikan
error: Content is protected !!