Armet TTU Buka Dosa Pansel, Bupati David Segera Evaluasi Internal

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu- Massa aksi Forum
Aliansi Rakyat Menggugat (Armet) akhirnya berhasil
melakukan dialog bersama walau hanya perwakilan.

Dialog yang berlangsung di aula lantai II Kantor Bupati TTU Senin 11 April 2022 dihadiri delegasi dari calon peserta Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari guru, kesehatan, dan sejumlah instansi, juga dihadiri sejumlah pendamping aksi Forum Armet Gilbertus Taena dan Paulinus Efi, Anggota DPRD TTU.

Delegasi aksi membeberkan sejumlah kejanggalan dihadapan Bupati TTU David Juandi dan Wakil Bupati Eusabius Binsasi,
Plt Sekda, Asisten II dan Asisten III dan Plt Kepala BKDPSDM TTU dan sejumlah pimpinan OPD.

Pantauan media ini dialog bersama tersebut berlangsung alot. Sejumlah delegasi satu persatu membeberkan dugaan kejanggalan terkait tahapan proses seleksi PTT. Forum Armet menuding kinerja Tim Pansel tidak transparan.

Baca Juga:  Tekad Pjs Bupati Belu Cegah Kebocoran Pajak

Para delegasi mengaku sudah belasan tahun mengabdi sebagai PTT tetapi tidak lulus seleksi. Padahal mestinya ada prioritas terhadap PTT lama.

Sejumlah kejanggalan yang disampaikan delegasi mulai tahapan seleksi administrasi, akademik dan wawancara hingga pengumuman. Dalam testimoni peserta dialog membeberkan ada peserta yang mengikuti semua tahapan seleksi tetapi namanya tidak keluar di kolom keterangan tidak lulus (TL).

Ada peserta yang tidak ikuti wawancara tetapi mendapat scor nilai. Ada peserta baru yang tidak lengkap persyaratan tetapi nilainya lebih tinggi. Bahkan lebih parah lagi ada dugaan sopir Kepala BKDPSDM TTU ikut mewawancarai peserta seleksi.

Testimoni dari calon PTT di tanggapi Kepala BKDPSDM TTU, Arkadius Atitus juga oleh Plt Sekda Fransiskus Fay selaku ketua Pansel seleksi PTT.

Baca Juga:  Bupati TTU Janji Naikan Gaji Tekoda & Terima Setiap Bulan

Menanggapi sejumlah kejanggalan ini Bupati TTU David Juandi berjanji segera akan menyelesaikan persolan kejanggalan seleksi PTT dengan melakukan evaluasi secara internal bersama Panitia Seleksi PTT.

Setelah itu dilanjutkan evaluasi secara terbuka pihaknya akan mengundang sejumlah orang berkompeten untuk mencari solusi secara menyeluruh pada 21 April mendatang.

“Kita sama2 perbaiki yang janggal. Bukan kita batalkan hasil pengumuman tapi kita perbaiki kejanggalan kalau itu benar. Satu dua hari ini kita lakukan evaluasi secara interen. Setelah itu kita akan undang perwakilan dari Forum Armet pada pekan depan, setelah tanggal itu kita akan umumkan hasil evaluasi,” tandas Bupati.

Baca Juga:  Bupati TTU Bongkar Pasang ASN Tidak Ada Dendam

Sementara itu pendamping aksi forum Armet Paulinus Efi siap menghadiri evaluasi bersama pemerintah bila diundang. Prinsipnya hasil evaluasi bisa mengakomodir keluhan peserta calon PTT yang dirugikan dalam proses seleksi.

Paul yang juga anggota DPRD TTU menilai ada kejanggalan yang dinilai bertabrakan dengan perbup nomor 71 tahun 2021. Tetapi prinsipnya kejanggalan harus diperbaiki sehingga tidak merugikan calon peserta seleksi.

Ia mengungkapkan, meski dialog belum memuaskan tetapi pihaknya menunggu evaluasi internal Bupati dan pansel PTT dan melibatkan perwakilan Armet.

“Saya sebagai perwakilan dari Armet terus berjuang mencari solusi yang pasti karena hasil pengumuman seleksi PTT sudah berlawanan dengan dasar aturan yang dikeluarkan oleh Bupati,” ujar Paul. (Christo Santos)

  • Bagikan