Aset Kelompok Tani Desa T’eba di Klaim Warga Desa Nifunenas, Kades Perintah Segera Tarik Kembali

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu – Aset milik kelompok tani Melati Warga Desa Teba, Kecamatan Biboki Tanpah diduga di Klaim warga Desa Nifunenas, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Oknum Warga Edi Damianus Tahoni diduga kuat mengklaim aset Kelompok Tani Melati, di Desa Teba, berupa traktor dan mesin rontok padi, bantuan dari Dinas Pertanian setempat.

Upaya Klaim traktor dan mesin rontok padi ini dilakukan Edi Tahoni sejak tahun 2019. Kini dua aset kelompok tani Desa Teba ini sudah 3 tahun berada di Desa Nifunenas Kecamatan Insana Barat.

Awal mula kelompok tani ini terbentuk dengan jumlah anggota 24 orang termasuk Edi Tahoni, karena saat itu dirinya tinggal di Desa Teba karena kebetulan istrinya bertugas sebagai bidan desa yang ditempatkan di Desa Teba.

Baca Juga:  Wabup Belu Imbau Hilangkan Ego Institusi, Tunjukan Etika dan Integritas ASN

Setelah kelompok terbentuk dan mendapat bantuan perlatan, Edy Tahoni pun minta pindah domisili kembali ke kampung asalnya di Desa Nifunenas. Herannya saat pindah domisili Edi pun membawa dua alat pertanian bantuan ini bahkan diklaim menjadi milik pribadinya.

Bendahara Kelompok Tani Melati, Eduardus Klau kepada wartawan mengatakan aset milik kelompok Tani kini sudah seperti milik pribadi.

Aset milik kelompok sudah tidak ada di Desa Teba dan saat dibawa ke Desa Nifunenas tanpa diketahui anggota kelompok.

Baca Juga:  Dukung Praktek Siswa, SMKN Nibaaf Dapat Bantuan Traktor

Dirinya menjelaskan aset milik kelompok dibawa sejak tahun 2019 tanpa diketahui oleh semua anggota bahkan dirinya sebagai bendahara kelompok juga tidak tahu.

“Traktor dan rontok dia (Edi Tahoni) bawa ke Nifunenas kami anggota kelompok tidak tau, ” ujar Eduardus kepada wartawan Rabu, 3 November 2021.

Ia mengatakan dirinya bersama beberapa anggota sudah pernah mengadu ke Dinas Pertanian Kabupaten TTU dan melakukan mediasi bersama PPL Pertanian dan pihak Pemerintah Desa di Rumah Kelompok beberapa bulan lalu.

Baca Juga:  Gubernur Sulawesi Selatan Ditangkap KPK, Statusnya Belum Ditentukan

Namun dalam mediasi Edi Tahoni mengatakan aset akan ia bawa pulang apabila anggota kelompok harus kembalikan kerugian yang ia gunakan untuk perbaiki traktor yang katanya pernah rusak.

“Saat kami mediasi dia (Edi Tahoni) bilang anggota kelompok harus kasi kembalikan uang 600 ribu yang dia pakai untuk perbaiki traktor, ” kata Eduardus.

Lanjut Eduardus, anggota tidak ingin mengumpulkan uang, sebab bukti berupa kwitansi saat perbaiki aset tidak di tunjukan Edi Tahoni kepada 23 anggota kelompok lainnya.

“Anggota semua tidak mau kumpul uang karena anggota minta kwitansi dia tidak tunjukan, ” ujar Eduardus.

  • Bagikan
error: Content is protected !!