Aset Kelompok Tani Desa T’eba di Klaim Warga Desa Nifunenas, Kades Perintah Segera Tarik Kembali

  • Bagikan

Sementara itu, Kepala Desa Teb’a Agustinus Amteme saat di temui Wartawan, membenarkan status warga atas nama Edi Damianus Tahoni tersebut sudah pindah penduduk dari tahun 2019 lalu.

“Benar warga tersebut sudah minta surat pindah dari tahun 2019 untuk pindah penduduk ke Desa Nifunenas, ” jelas Agustinus.

Terkait dengan aset milik kelompok tani di Desa T’eba, Agustinus mengatakan aset milik kelompok tani sudah tidak berada di wilayah Desa Teba.

Agustinus menambahkan, anggota kelompok sudah pernah mengadu ke Kantor Desa terkait aset milik kelompok yang sudah tidak berada di Desa T’eba.

Baca Juga:  Empat Penjabat Bupati Dilantik, Gubernur NTT Tegaskan Ini

Sebab aset tersebut sudah dibawa ke Desa Nifunenas tanpa ketahuan dari Pemerintah Desa setempat yang adalah naungan dari Kelompok tani tersebut.

“Terkait dengan aset itu anggota kelompok sudah pernah mengadu ke kami Pemerintah Desa, karena memang sudah tidak berada di Desa T’eba.

Aset tersebut juga dibawa ke Nifunenas tanpa ketahuan Pemerintah Desa setempat yang adalah naungannya kelompok tani tersebut, ” jelas Kades Agustinus.

Lanjut Agustinus, saat kelompok tani mengadu, sebagai Pemerintah setempat sudah berusaha untuk melakukan mediasi.

Baca Juga:  Percepat Vaksinasi Tim Puskesmas Bijaepasu Layani Warga Kota

Namun Edi Tahoni tidak ingin menyelesaikan mediasi di Kantor Desa namun lebih memilih di Rumah Kelompok dan sampai saat ini juga aset itu belum di datangkan kembali.

Saat itu kita sebagai pihak Pemdes sudah berusaha untuk mediasi dengan menghadirkan pihak anggota kelompok dan Dinas Pertanian di Kantor Desa. Namun sampai saat ini aset itu juga tidak di kembalikan,” jelas Agustinus.

Kepala Desa Teba berharap, Dinas pertanian segera bertindak tegas untuk mengamankan aset tersebut agar tidak menimbulkan konflik di tingkat masyarakat.

Baca Juga:  Sentuhan Dompet Dhuafa, Jamban Sehat Rumah Posyandu Sudah Selesai Tersisa Sumur Bor

“Saya minta kalau boleh, Dinas teknis segera tertibkan alat bantuan itu. Segera dikembalikan kepada kelompok tani Melati. Dan Edi Tahoni tidak boleh bergabung dalam kelompok ini lagi. Dia kebun saja tidak ada, masa dia bergabung dalam kelompok dan ambisi jadi ketua untuk mengklaim aset kelompok,” tandas Agustinus.

Sementara Edi Damianus Tahoni warga Nifunenas Kecamatan Insana Barat, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (Rey/Joo)

  • Bagikan