Bagi – Bagi Tanah Kota Kupang Jaksa “Senter” Mantan Pimpinan DPRD Kota Kupang

  • Bagikan

Timorberita. Kupang – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terus mendalami kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah di Kota Kupang.

Selain menyeret Mantan Walikota Kupang, Jonas Salean dan mantan Kepala BPN Kota Kupang, Thomas More, bakalan menyusul unsur pimpinan DPRD Kota Kupang saat itu. Diantaranya Yeskiel Loudoe Ketua DPRD Kota Kupang saat ini dan Kris Baitanu dan Marthinus Meda (mantan wakil Ketua DPRD Kota Kupang).

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim kepada wartawan, Sabtu (24/10/2020) mengatakan jika dalam tahap penyidikan (Dik) tim penyidik Tipidsus Kejati NTT menemukan dua (2) alat bukti yang cukup, maka ketiga unsur pimpinan saat itu bakal ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga:  JPU Sebut 29 Pejabat Terima Tanah Kapling Dari Terdakwa Jonas Salean

Lanjut Abdul, selain dua alat bukti jika tim penyidik Tipidsus Kejati NTT menemukan unsur niat jahat (mensrea) dari ketiga orang tersebut maka secara pasti akan ditetapkan sebagai tersangka menyusul mantan Walikota Kupang, Jonas Salean.

“Kalau dalam tahap penyidikan (Dik) ditemukan niat jahat (mensrea). Dan dua alat bukti maka ketiga orang itu sebagai unsur pimpinan bakal ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Abdul.

Baca Juga:  Kasus Dana Covid - 19 Nagekeo di Ujung Tanduk, Pekan Depan Expose di Kejati NTT

Menurut Abdul status penetapan tersangka bisa saja mendahului sebelum sidang. Jika dua alat bukti dan niat jahat ketiganya ditemukan dalam tahap penyidikan (Dik).

Namun, untuk saat ini ketiganya masih berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah yang merupakan aset Pemerintah Kota Kupang Tahun 2016 – 2017. Dengan nilai kerugian sebesar Rp 66 miliar.

Baca Juga:  Kejati NTT Geledah Kantor Bupati Manggarai Barat

“Dalam perkara ini tim penyidik Tipidsus Kejati NTT sedang mendalami kewenangan dan kebijakan ketiga unsur pimpinan DPRD Kota Kupang saat itu dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah yang merupakan aset Kota Kupang,” tegasAbdul. (RL/ Gio)

 

 

  • Bagikan