Banjir Longsor Telan Korban Banyak, Jokowi Perintahkan Tim Turun NTT dan NTB

  • Bagikan

TimorBerita. Jakarta || Presiden Joko Widodo perintahkan tim untuk segera terbang ke Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat untuk mengatasi korban bencana longsor dan banjir di dua di wilayah itu.

” Saya sudah mendapatkan laporan dari Kepala BNPB tentang bencana banjir bandang dan longsor di NTT dan NTB,” tandas Presiden Jokowi dalam keterangan pers yang diunggah Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin (5/2/2021).

Jokowi meminta kepada para jajarannya agar penanganan bencana seperti penyaluran bantuan kesehatan, penyediaan logistik, perbaikan infrastruktur dan penyediaan kebutuhan dasar bagi para pengungsi dilaksanakan secara cepat.

Baca Juga:  Yonif 744/SYB Dekat Purna Tugas, 742/SWY Tinjau Medan Sektor Timur RI-RDTL

“Saya telah perintahkan Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan Menteri PUPR serta Panglima TNI dan Kapolri untuk melakukan secara cepat evakuasi penanganan korban bencana, dan penanganan dampak bencana,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan duka cita yang mendalam atas timbulnya korban jiwa dari becana banjir bandang dan longsor di NTT dan NTB.

Baca Juga:  Dimkrimsus Polda NTT Bongkar Investasi Bodong Rp 28 Miliar, 1800 Nasabah Korban

“Saya juga memahami kesedihan yang dialami saudara-saudara kita akibat dampak dari bencana ini,” ujarnya.

Kepala Negara meminta masyarakat selalu mengikuti instruksi dari para petugas di lokasi bencana. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir dan longsor karena meningkatnya curah hujan secara ekstrem.

“Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah,” kata dia.

Sebelumnya, beberapa wilayah seperti di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, dilanda banjir bandang dan tanah longsor pada Minggu (4/4) akibat hujan deras yang mengguyur di dua wilayah ini. Hingga kini tim masih mendata dan melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor dan terbawa banjir badai.

Baca Juga:  Pergantian Kades Adat Tamkesi, Pemkab TTU Masih Konsultasi

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai Senin (05/04) sore, di Provinsi NTT banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Flores Timur menyebabkan setidaknya 68 orang meninggal dan 14 orang lainnya masih dalam pencarian. (gio/tim)

  • Bagikan
error: Content is protected !!