Diduga Rusak, Jaksa Diminta Lidik Pengadaan Benih Kacang Hijau

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Keluhan sejumlah petani di Desa Langir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tentang rusaknya 700 kg benih kacang hijau yang disalurkan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, menjadi pintu masuk penyidik Kejari Maumere ataupun Kejati NTT.

Hal ini disampaikan Meridian Dewanto Dado, melalui press rilis yang di terima wartawan, Sabtu (7/11/2020) di Kupang.

“Keluhan masyarakat itu mestinya jadi pintu masuk penyidik Jaksa,” sebutnya.

Koordinator Tim Pembela Demo0krasi Indonesia (TPDI) Wilayah NTT meminta penyidik Jaksa untuk tidak boleh lama-lama untuk bersikap.

Perlu menggelar tindakan penyelidikan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang di duga sebagai tindak pidana korupsi.

Baca Juga:  Bupati Malaka Ingatkan Pejabat Tidak Lalai Manfaatkan Kendaraan Dinas

Dikatakan aparat penegak hukum harus cerdas mengusut dapat atau tidaknya penyidikan menurut cara yang diatur sesuai mekanisme hukum. Sebab sudah ada indikasi awal proyek pengadaan benih kacang hijau Dinas Pertanian Provinsi NTT.

Menurutnya proses pendropingan benih kacang hijau oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sikka yang dilakukan 6 Oktober 2020 itupun lebih cepat 5 bulan dari jadwal musim tanam tahun 2021 yang biasanya jatuh di bulan Februari.

Akibatnya, para petani tidak bisa menggunakan benih kacang hijau untuk musim berikutnya. Sebab masa uji selesai pada label benih kacang hijau itu tertanggal 6 Januari 2021 padahal benih kacang hijau itu ditanamnya di bulan Februari 2021.

Baca Juga:  Kasus Menumpuk, Kejati NTT Ambil Alih Kasus Hypermart Kupang

Advokat Peradi ini menjelaskan faktanya benih kacang hijau rusak, kondisinya berlubang, banyak kutu serta tidak layak untuk ditanam. Dan masa uji selesai pada label benih kacang hijau itu tertanggal 6 Januari 2021. Padahal benih kacang hijau, itu ditanamnya di bulan Februari 2021.

“Berdasarkan fakta di lapangan sesuai pengakuan Ketua Gapoktan Wa Wua, Desa Langir, Ignatius Iking. Didapati fakta bahwa ternyata benih kacang hijau sudah rusak, kondisinya berlubang, banyak kutu serta tidak layak untuk ditanam,” tandas Meridian.

Baca Juga:  Dua Perempuan Hebat Di Balik Kemenangan SN-KT Untuk Malaka

Dikatan pendistribusian, itu tidak sesuai spesifikasi atau tidak sesuai standar mutu yang semestinya, sehingga aparat Kejaksaan Negeri Maumere ataupun Kejaksaan Tinggi NTT perlu menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Ia yakin Kejati NTT, Yulianto yang selama ini dikenal cukup tegas dan gerang dalam mengungkap berbagai modus korupsi yang merugikan masyarakat di Provinsi NTT pasti tidak akan diam.

“Ya tentunya tidak lama lagi Kejati NTT bersikap segera mengungkap modus dugaan korupsi pada proyek pengadaan benih kacang hijau Dinas Pertanian Provinsi NTT,” tandasnya. (Joka-Gio)

  • Bagikan