Begini Tips Atasi Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

  • Bagikan

TimorBerita, Jakarta- Pemerintah sudah mengantisipasi potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi akhir tahun 2020 dan pertengahan tahun 2021 jadi pengalaman.

Ketua Satgas Penanganan Covid -19 yang juga Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan peningkatan mobilitas yang tinggi saat perayaan hari besar keagamaan sangat berpotensi terjadinya lonjakan kasus.

Ia mengatakan sudah diprediksi ancaman gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi Desember. Untuk itu perlu langkah antisipasi sebagai pencehagan dini.

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi Desember karena disitulah Nataru, disitulah pergantian cuaca. Ini yang menjadi ancaman peningkatan Covid-19,” ujar Ganip Warsito dilansir laman covid19go.id, Minggu 17 Oktober 2021.

Baca Juga:  BPN Malaka Disorot Tudingan Praktik Mafia Tanah

Berikut lima langkah tips yang dilakukan untuk menghadapi potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19, yakni:

  1. Meningkatkan kapasitas tes Covid-19

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan pemerintah terus berusaha meningkatkan kapasitas tes COVID-19.

  1. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Menurutnya, kebijakan PPKM juga tetap diberlakukan di berbagai daerah, meski di beberapa daerah telah dilakukan pembukaan berbagai aktivitas masyarakat.PPKM terus diberlakukan, baik PPKM level 3, 2 dan 1..

  1. Sosialisasi

Sosialisasi perlu dilakukan untuk mendorong kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

Protokol kesehatan dimaksud adalah 5M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga:  Sebuah Catatan untuk Penanganan Covid- 19
  1. Vaksinasi

Langkah selanjutnya adalah program vaksinasi yang terus dipercepat meskipun saat ini jumlah kasus COVID-19 di Indonesia melandai.

Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi sebanyak 208.265.270 jiwa. Data Kementerian Kesehatan per tanggal 12 Oktober 2021 menyebutkan 101.673.077 telah melakukan penyuntikan dosis tahap 1 atau sekitar 48,82 persen. Untuk yang telah melakukan hingga dosis lengkap atau tahap 2 sebanyak 58.720.535 atau 28,20 persen.

  1. Akses masuk dari luar negeri

Ia mengungkapkan pemerintah juga memperketat akses masuk dari luar negeri ke Indonesia untuk mencegah masuknya varian baru.

“Titik masuk kita sudah sangat dibatasi, (akses) udara hanya di Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi, Manado, lalu kemudian darat hanya boleh di Entikong, Aruk, Nunukan dan Motaain di Timor Leste dan laut juga hanya dua, Batam dan Tanjungpinang,” ungkap Ganip Warsito.

Baca Juga:  Kisah Timor Timur Dari Provinsi Menjadi Negara Timor Leste

Sama halnya dengan masuknya para pekerja migran Indonesia (PMI). Mereka juga langsung menjalani tes PCR setelah tiba di Indonesia.

“Kementerian Kesehatan juga sudah mengirimkan (alat) tes cepat molekuler sehingga kita tidak perlu menunggu lama, dalam waktu satu jam sudah bisa memisahkan orang yang positif (Covid-19) dan yang negatif,” ujarnya.

Untuk mencegah potensi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan upaya yang dilakukan pemerintah bersama pihak terkait saja. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk keberhasilan kita melawan virus tersebut. (Covid19/TimorBerita)

  • Bagikan
error: Content is protected !!