Bei Ulu Terdakwa Money Politik Dituntut Tiga Tahun, Begini Reaksi Kuasa Hukum

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua –Pengadilan Negeri Atambua kembali menggelar sidang perkara dugaan money politik Pilkada Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntun Umum (JPU), berlangsung di Pengadilan Negeri Atambua, Selasa (5/1/2021).

Dalam tuntutan JPU, terdakwa Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu, dituntut tiga tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta atau subsider 1 bulan kurungan penjara.

Sidang dipimpin hakim Ketua, Gustav Bless Kupa, Hakim Anggota, Sisera S. N. Nenohayfeto, dan Olyviarin Rosalinda Taopan. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jhon Merdiosman Purba.

Baca Juga:  Terbukti Money Politik Pendukung SBS-WT, Bei Ulu Divonis 2.5 Tahun

Sedangkan terdakwa Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu, didampingi kuasa hukum Eduardus Nahak.

Berikut tuntutan JPU, supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Atambua yang memeriksa dan mengadili perkara agar memutuskan,

Satu; Terdakwa Yohanes Bria Klau alias Bei Ulu terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemilihan kepala daerah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 187 a Ayat (1) Jo Pasal 73 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Dan Walikota.

Baca Juga:  Terbukti Money Politik Pendukung SBS-WT, Bei Ulu Divonis 2.5 Tahun

Dua; Hakim Majelis menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 36 bulan atau 3 tahun penjara. Dipotong masa penahanan dengan perintah agar terdakwa tetap dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 250.000.000, (dua ratus lima puluh juta rupiah) subsider satu bulan kurungan dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

Tiga; amar putusan menyatakan barang bukti berupa, 15 (lima belas) lembar uang kertas pecahan seratus ribu rupiah dirampas untuk negara. Satu lembar print out screenshot foto penyerahan uang dilampirkan dalam berkas perkara. Satu unit handphone merk Vivo warna hitam dikembalikan kepada pemilk Vinus Bere alias Maken.

Baca Juga:  Terbukti Money Politik Pendukung SBS-WT, Bei Ulu Divonis 2.5 Tahun

Empat; Menghukum terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 2000. –

Sementara Eduardus Nahak selaku kuasa hukum terdakwa usai sidang lanjutan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan yang digelar Rabu (6/1/2021) sore, mengatakan sangat menghormati proses hukum persidangan perkara kliennya.

  • Bagikan