Belu Berduka Lagi, Sudah Tujuh Korban Covid di TPU Masmae

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua – Kabupaten Belu kembali berduka akibat serangan wabah pandemi Covid-19.

Pasien dengan gejala Covid ini meninggal di ruang isolasi RSUD Mgr. Gabriel Manek Atambua, Rabu (20/1/2021) pukul 08.00 Wita.

Pasien identitas M.A (40) jenis kelamin laki-laki, sebagai pimpinan unit cabang di salah satu bank swasta.

Ia menjalani perawatan di ruang isolasi bersama pasien covid lainnya. Tetapi kondisinya memburuk sehingga tidak tertolong medis.

Meninggalnya pasien ini maka warga Belu yang meninggal akibat wabah Covid bertambah menjadi tujuh orang.

Baca Juga:  Sukseskan Pilkada Belu, 620 Pengawas Jalani Rapid Test

Jenasah dimakamkan terpusat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Masmae, Desa Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Kristoforus M. Loe Mau saat dikonfirmasi membenarkan meninggalnya pasien dengan gejala Covid-19 di RSUD Atambua.

” Pasien meninggal tadi pagi pukul 08.00 wita. Identitasnya belum disampaikan kepada kita,” ujar Kristoforus.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu menjelaskan pasien ini menjalani perawat di ruang isolasi RSUD Atambua.

Baca Juga:  Mahir Perbengkelan Setelah Dikirim Pemkab Belu, Begini Permintaan Pemuda

Pemakamannya sesuai protokol Covid dan di kuburkan di TPU Masmae sekitar pukul 11.00 Wita tadi.

” Pasien ini menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Atambua. Dirawat bersama pasien covid lainnya,” ujarnya.

Menurut Kristoforus bertambahnya satu pasien ini maka jumlah warga Belu yang meninggal sudah 7 orang.

Data ini termasuk salah satu warga Kimbana Tasifeto Barat, yang meninggal di RS Leona Kefamenanu pekan lalu.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI - RDTL 744/SYB Sweeping Perketat Jalur Perbatasan

Ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol Covid-19. Menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menghindari kerumunan.

Pemerintah melalui terus berusaha melakukan intervensi dengan dukungan semua komponen masyarakat agar memutuskan mata rantai penularan wabah covid.

” Masyarakat jangan panik, tetap waspada patuhi protokol covid sesuai anjuran pemerintah. Sekarang pasien terdampak bukan saja pelaku perjalanan tetapi transmisi lokal,” tandasnya. (RenT/ Gio)

  • Bagikan