Belu Berhasil Tekan Stunting, Begini Pesan Penjabat Bupati

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya untuk menekan angka stunting. Sesuai data periode 2020, data stunting 24 persen, tahun 2021 berhasil ditekan diangka 21,2 persen.

Hal ini disampaikan Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk saat membuka kegiatan penyusunan rencana kegiatan dan program penurunan stunting terintegrasi tingkat Kabupaten Belu, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Selasa (30/3/2021).

Zakarias menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah hadir mendukung kegiatan penyusunan rencana kegiatan dan program penurunan stanting terintegrasi tingkat Kabupaten Belu. Belu berhasil tekan angka stanting hingga 21,2 persen dari sebelumnya 24 persen.

Baca Juga:  Siswa SMK Kusuma Atambua Tampilkan Busana Butik, Desain Pribadi

” Belu berhasil menekan prosentase angka stunting setiap tahunnya. Tentunya Bapak Gubernur menyambut baik program ini. Target turun 18 persen dan kita masih ada waktu dan bisa mengejar untuk tekan angka ini,” ujarnya.

Dikatakan kunci menekan stunting sangat tergantung semua pihak yang berperan aktif terutama pengambil kebiajakan. Pengendaliannya dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI - RDTL 744/SYB Sweeping Perketat Jalur Perbatasan

Menurut Zakarias, Pemprov NTT menyambut baik penyusunan rencana kegiatan dan program ini karena sudah terbukti hasilnya. Di tahun 2018, tingkat provinsi angka stunting mencapai 42 persen, sekarang turun menjadi 28 persen. Gubernur berharap di tahun 2023 bisa turun sampai 12 persen untuk provinsi.

Ditengah pandemi covid-19, terdapat refocusing anggaran, tetapi untuk dana penanganan stunting bebas refocusing. Sehingga dengan dukungan anggaran untuk fokus kerja serius agar bisa menekan angka stunting.

Baca Juga:  Sertifikasi Guru Bulan Desember Belum Cair, Begini Penjelasan Kadis PK Belu

“Bapak Gubernur minta para Kepala Desa untuk pro aktif mengecek warganya. Untuk usia 3 bulan pertama kehamilan agar diperhatikan asupan gizinya,” sebut Zakarias.

Hadir dalam kesempatan ini, Pelaksana tugas Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, Camat, Kepala Puskesmas dan Kepala Desa, Lurah. (ren/ gio)

  • Bagikan