Belu Darurat Covid-19, Dua Rumah Sakit dan Satu Puskesmas Ditutup

  • Bagikan

Timorberita. Atambua – Kondisi pandemi Covid-19 kembali menjadi ancaman serius diawal tahun ini. Sebanyak Dua Rumah Sakit dan Puskesmas di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur terpaksa ditutup karena pandemi Covid -19.

Jumlah pasien terkonfirmasi rapid antigen angkanya drastis meningkat. Pasien bukan saja pelaku perjalanan tetapi juga transmisi lokal. Rupanya liburan Natal dan Tahun Baru ini menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.


Pantauan TimorBerita.com Sabtu (9/1/2020) sejumlah fasilitas kesehatan tampak sepih dan tidak seperti biasanya. Sejumlah pusat pelayanan kesehatan terpaksa ditutup sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Diantaranya Rumah Sakit Sito Husada Atambua dan Puskesmas Wedomu di Kecamatan Tasifeto Timur terpaksa di tutup. Informasi pengumuman tertera pada kaca pintu masuk.

Baca Juga:  Siswa SMK Kusuma Atambua Tampilkan Busana Butik, Desain Pribadi

Alasannya ada pasien yang sempat dirawat dan diketahui reaktif tes rapid antigen sehingga untuk sementara ditutup tidak melakukan pelayanan.

Sedangkan RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua juga Instalasi Gawat Darurat (IGD) ditutup pelayanan untuk sementara waktu.

Lantaran dari 10 bad pada ruang isolasi covid sudah penuh. Sehingga ada warga yang terpaksa isolasi di rumah.

Bahkan diantara pasien salah satu pasien Covid meninggal dunia pada Jumat (8/1/2021) malam. Pasien ini meninggal karena kondisinya memburuk.

Untuk itu masyarakat diimbau untuk terus waspada mentaati protokol Covid. Lantaran baru pertama terjadi di Belu salah seorang pasien meninggal dunia akibat Covid-19.

Baca Juga:  Musrenbang Digelar, Begini Pesan Pj Bupati Belu

Direktris RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, dr. Batsheba Elen Corputty, saat dikonfirmasi mengatakan untuk sementara IGD di tutup karena ruang isolasi terbatas. Ada pasien yang isolasi di rumah.

” Untuk sementara pelayanan di IGD ditutup hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” katanya.

Ia juga membenarkan salah satu pasien yang dirawat diruang isolasi meninggal dunia.

” Iya benar pasien Covid-19 yang dirawat diruang isolasi meninggal dunia,” tandasnya.

Menurut Elen pasien yang meninggal pemakamannya sesuai protap Covid. Pasien yang bersangkutan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Masmae, Kecamatan Tasifeto Barat.

Sementara Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Belu, Kritoforus M. Loe Mau mengatakan sudah ada koordinasi terkait pemakaman pasien Covid yang meninggal dunia dilakukan sesuai protokol Covid. Pemakaman ditanggung pemerintah melalui tim gugus tugas.

Baca Juga:  Bupati Malaka Rekomendasi, Kejari Belu Eksekusi Batas 60 Hari

” Sudah ada pembagian tugas. Pasien yang meninggal Covid wajib dimakamkan sesuai protap Covid,” tandasnya.

Ia menambahkan sudah ada rapat koordinasi terkait persiapan lokasi penampungan pasien Covid.

Sejumlah hotel yang layak akan dijadikan lokasi penampungan. Mengingat kondisi ruang isolasi pada RSUD Gabriel Manek Atambua terbatas daya tampungnya.

” RSUD Gabriel Manek ada 10 bad tempat tidur tetapi sudah over kapasitas. Sehingga pemerintah sedang siapkan penambaha lokasi penampungan,” jelasnya (RenT/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!