Belum 100 Hari, Bupati dan Wakil Bupati Obati Kerinduan Warga Belu

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Pemerintah Kabupaten Belu resmi mencanangkan pengobatan gratis. Siapa saja warga Belu yang ingin berobat hanya tunjukan identitas kartu tanda penduduk ( KTP).

Program ini menjadi kejutan warga sekaligus menjadi pengobat rindu warga karena eksekusinya terbilang cepat sebelum 100 hari kerja di kepemimpinan duet nahkoda Belu yang baru ini.

Program ini merupakan wujud komitmen kerja yang ditunjukan Bupati Belu Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens. Buktinya bisa direalisasikan tepat dihari ke-90 setelah dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Belu.

Program kesehatan gratis yang menjadi program unggulan bupati dan wakil bupati Belu ini resmi launching di Puskesmas Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Senin (26/7/2021).

Acara pencanangan pengobatan gratis ini ditandai penekanan sirene, pelepasan burung merpati dan balon. Juga penyerahan replika KTP oleh Bupati dan Wakil Bupati Belu kepada perwakilan warga dari 12 kecamatan di Belu.

Warga Belu tentunya senang dan bangga setelah diluncurkan kegiatan ini maka masyarakat Belu sudah bisa 100% berobat gratis yang resmi berlaku 1 Agustus 2021.

Baca Juga:  MoU Pemkab Malaka dan Universitas Warmadewa, Begini Permintaan Ketua Komisi III

Bupati Belu Agustinus Taolin kepada wartawan dengan lantang menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan mendukung semua proses sehingga pencanangan pengobatan gratis menggunakan KTP. Dan ini sebagai kado terindah untuk masyarakat Belu di hari ulang tahun kemerdekaan RI ke-76.

” Ini adalah kado terindah untuk masyarakat Belu di hari ulang tahun kemerdekaan kita. Mulai tanggal 1 Agustus 2021 bisa pakai KTP untuk berobat gratis,” tandas Bupati Belu.

Bupati Agus menegaskan bahwa tidak perlu kawatir terhadap realisasi program ini karena sudah sesuai regulasi. Program ini sejalan dengan program nasional melalui integrasi bersama BPJS.

” Kita kaji semua dari aspek hukum dan lainnya dan inilah hasilnya. Semoga masyarakat Belu tetap terlindungi dan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan hanya menggunakan KTP saja,” tegas Bupati Agus.

Lanjut Agus ada yang tunggak pembayaran BPJS, ada yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit termasuk rujukan ke luar daerah.

Baca Juga:  Lima Anggota PKH Desa Numponi Dicoret, Dugaan Berkaitan Pilkada Malaka

Tetapi hadirnya program ini maka masyarakat tidak akan kesulitan lagi. Pemerintah akan membayar semua pengobatan gratis. Masyarakat cukup tunjukan identitas KTP, KK atau surat keterangan lahir.

” Jadi semua yang tunggak, kesulitan membeli obat, sekarang tidak lagi kesulitan. Silahkan datang ke seluruh Fasilitas Kesehatan hanya menggunakan KTP, KK atau Surat Tanda Lahir,” ujar Bupati Belu.

Bupati Agus menegaskan anggaran yang digunakan berasal dari dana APBD Kabupaten Belu. Sebanyak Rp 12 miliard yang sudah ada untuk program kesehatan gratis.

” Anggaran itu berubah-ubah sesuai kondisi jumlah penduduk kita disini. Dan itu yang kita bicarakan dengan DPRD Belu dalam sidang berikutnya. Didalam anggaran perubahan kita juga sampaikan kepada DPRD,” tandas Bupati Agus.

Sementara itu Kepala BPJS Cabang Atambua, Munaqib
mengatakan program kesehatan gratis sangat membantu masyarakat Belu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Masyarakat Belu bukan hanya berobat di faskes Belu tetapi bisa juga berobat ke luar daerah. Dirujukan ke Kupang, Bali, Surabaya bahkan Jakarta.

Baca Juga:  Sumber Air Su Dekat Warga Bei Surik Maudemu Terbantu Pompa Hidran

” Jika pasien rujukan dari rumah sakit Atambua tetap menggunakan KTP sebagai jaminan,” jelasnya.

Munaqib menambahkan pihaknya akan siap mengawasi program ini karena anggaran yang dikucurkan cukup besar. Anggaran ini akan kembali masuk menjadi PAD Kabupaten Belu dalam bentuk dana kapitasi dan non kapitasi ke Puskesmas serta biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan ke Rumah Sakit.

” Pelayanan harus berkualitas, harus ada standarnya, harus diakses dengan mudah. Tidak boleh lagi ada peserta JKN atau calon peserta yang harus bolak-balik dari kantor BPJS Kesehatan ke fasilitas kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit,” tandasnya.

Kegiatan lounching pencanangan pengobatan gratis oleh Bupati Belu bersama Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens. Hadir Pimpinan dan Anggota DPRD Belu, Hadir pula Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr
Kepala BPJS, Pimpinan Forkopimda, Pimpinan OPD, tokoh masyarakat, Kepala Puskesmas, Lurah, dan para Kepala Desa. (Ren/Rui)

  • Bagikan
error: Content is protected !!