Bendungan Haliwen Dikerjakan Tahun Ini Anggaran 23 Miliar

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Tahun ini bendungan Haliwen yang terletak di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu mulai dikerjakan.

Remedial bendungan ini didanai oleh Bank Dunia dari dua sumber yaitu anggaran Asia Development Bank dan AIB.

Pelelangan sudah dilakukan sejak April dan pelaksananya PT. Mira Bangun Nusantara dengan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 2 tahun.

Hal ini disampaikan Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II saat melakukan sosialiasi di lokasi Bendungan Haliwen Kamis 23 September 2021.

Peningkatan status dan pembangunan renedial ini disambut baik pemerintah Kabupaten Belu. Sebab masyarakat sekitar sudah bisa terbantu untuk meningkatkan produksi pertanian warga.

Baca Juga:  Diamkan Hasil Audit, Ketua Araksi NTT Ancam Lapor Remigius Leki Ke Polda NTT

” Terima kasih kepada Menteri PUPR bersama jajarannya karena status embung Haliwen sudah ditingkatkan menjadi bendungan. Ini artinya seluruh biaya pemeliharaannya ditanggung oleh Kementerian PUPR lewat Bank Dunia,” tandas Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens.

Wabup ALoysius berharap dalam pengerjaan nanti masyarakat mendukung penuh pelaksanaannya. Kepada perusahaan pelaksanaan agar memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar bendungan.

Ia juga berpesan agar pelaksana pengerjaan remedial bendungan Haliwen yang menelan anggaran 23 miliar dikerjakan benar-benar sesuai kualitasnya. Bukan dikerjakan asal jadi.

Baca Juga:  Paket Sahabat Nomor 1 Terdepan Tanda Menang

” Saya tidak mau ketika selesai pengerjaan dan dipakai baru satu bulan sudah rusak sehingga kepercayaan Bank Dunia kepada kita tetap terjaga,” tandasnya.

Sementara itu Sam Sumardin selaku PPK OP SDA IV BWS Nusa Tenggara II dalam sosialisasi meminta dukungan dari Pemkab Belu serta seluruh masyarakat agar mendukung penuh kegiatan ini sehingga dapat berjalan lancar.

Dikatakan pekerjaan remedial berlangsung selama 2 tahun anggaran. Untuk tahun 2021 difokuskan pengerukan sedimentasi sekitar kurang lebih 100 ribu meter kubik.

Baca Juga:  Masyarakat Mau Berobat Cukup Tunjukan Kartu Malaka Sehat

Ia berharap yang sudah pernah dilaksanakan 2019 yakni penyelesaian secara parsial dan temporer bisa teratasi sehingga dapat menyelesaikan permasalahan khususnya dibidang pertanian.

Bendungan Haliwen akan ditata landscapenya serta hal lain untuk memenuhi syarat-syarat teknis sebuah bendungan. Selain itu akan bangun panel control, pusat pemantauan, tower pemantauan dan ini menjadi area terbatas karena bendungan merupakan obyek vital negara yang tidak bisa dimasuki secara umum lagi. (Ren/Hum)

  • Bagikan
error: Content is protected !!