Berkas Rampung, Kejari Ende Tahan Bos Investasi Bodong

  • Bagikan

TimorBerita. Ende || Direktur Utama PT Asia Dinasti Sejahtera, Muhammad Badrun (MB) resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ende Kamis (3/6/2021).

Direktur Utama (Dirut) yang disapa “Bos” Adun ditahan terkait kasus dugaan tindak pidana investasi bodong sebesar Rp 28 miliar yang dihimpun dari 1800 nasabah.

Tersangka dugaan kasus investasi bodong diantar mobil tahanan Kejari Ende menuju sel tahanan Mapolres Ende. Kejari Ende menahan tersangka selama 20 hari ke depan untuk selanjutnya menjalani persidangan.

Dilansir dari Ekorantt.com, tersangka ditahan setelah pihak Kejari Ende meneliti berkas tahap II yang diserahkan penyidik Dirkrimsus Polda NTT, di Kantor Kejari Ende, mulai pukul 10.30 hingga 16.00 Wita.

Baca Juga:  KERAMAT Sarankan Bupati TTU Dengar Suara Gembala, Jika Tidak Malapetaka Menimpa

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende, Romlan Robin melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Negara (Kasidatum), Slamet Pujiono menjelaskan, tersangka dititipkan sementara di sel tahanan Mapolres Ende. Tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan untuk selanjutnya menjalani persidangan.

Menurut Pujiono, tersangka dikenakan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 Tentang Perbankan.

“Alasan subyektif dan obyektif penahanan agar tersangka tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mempercepat persidangan. Kita usahakan sebelum 20 hari akan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” tandas Pujiono.

Baca Juga:  Dokumen Diterima KPU Paket Sehati Optimis Menang

Selain menahan tersangka, Kejari Ende juga menyita rekening milik tersangka, uang tunai senilai Rp 1.139 miliar rupiah, dan barang bukti lainnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Ditreskrimsus Polda NTT) berhasil membongkar kasus mafia investasi bodong di Kabupaten Ende dengan menangkap Direktur PT. Asia Dinasti Sejahtera (ADS), Muhammad Badrun alias Adun.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto di Kupang, Rabu (2/6/2021) mengatakan, perusahaan ADS beroperasi sejak 10 Februari 2019. Perusahaan mengumpulkan uang dari 1.800 nasabah dengan total dana sebesar Rp 28.078.500.000.

Baca Juga:  Pengawas TPS Kota Atambua, Diingatkan Jaga Netralitas

Kasus dugaan tindak pidana investasi bodong berhasil diusut Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda NTT setelah ada pengaduan korban. Setelah diperiksa ternyata uang yang dikumpulkan perusahaan tanpa izin Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Sehingga Pada 5 Februari 2021 status kasus dugaan tindak pidana investasi bodong dinaikkan statusnya dari lidik ke sidik dengan laporan polisi nomor SPKT-A/253/VI/2020/SPKT Polda NTT.

Dengan menetapkan satu tersangka yakni Muhammad Badrun alias Adun selaku direktur PT. Asia Dinasti Sejahtera (ADS), dengan alamat Jln Kelimutu, RT 005, RW 002, Kelurahan Ende, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende. (*/ azka/tbcom)

  • Bagikan
error: Content is protected !!