Berkas Tiga Tersangka P21, Kasus Bawang Merah Malaka Siap Disidangkan

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang –  Kasus dugaan korupsi bawang merah Kabupaten Malaka, semakin mengurucut. Penyidik Ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Timur siap menaikan berkas tiga tersangka kepada Kejati NTT untuk disidangkan dalam waktu dekat ini.

Sesuai hitungan BPKP NTT dalam kasus ini negara dirugikan mencapai Rp 4.9 miliar. Sehingga diawal penyidik Polda NTT menetapkan 9 tersangka atas kasus bawang merah. Tetapi setelah dilakukan gelar perkara dihadapan KPK, Kejati bersama Polda. Sehingga untuk proses P21 maka hanya tiga dari 9 tersangka yang dinaikan berkasnya.     

“Kasus bawang merah Malaka, sudah ada pemaparan KPK, Dirkrimsus dan Kejati NTT. Kesimpulannya, ada tersangka yang berkasnya segera dilengkapi (P21),” tandas Kombes Pol Yudi Agustinus Benyamin Sinlaeloe Selasa (29/12/ 2020.

Menurut Yudi, berkas yang dinaikan hanya tiga tersangka, sambil menunggu proses persidangan. Dalam persidangan nanti jika muncul keterlibatan pihak lain tentunya akan dijadikan tersangka baru.

Baca Juga:  SN-KT Umumkan hasil Kemenangan, 100 Hari Kerja Audit Semua Program

“ Ya secara teknis kami tidak buka disini. Karena menjadi hak pengadilan,” ujarnya.

Sekedar tahu Maret 2020 lalu, Polda NTT menetapkan 9 tersangka kasus bawang merah. Yakni Direktur CV Timindo, Simeon Benu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak, dua makelar proyek, yakni Severinus Devrikandus Siriben alias Jepot dan Egidius Prima Mapamoda.

Mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Malaka Martinus Bere alias Manjo. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yosef Klau Bere, Ketua Pokja Agustinus Klau Atok, Sekretaris Pokja Karolus Aantonius Kerek, dan Kuasa Direktur CV Timindo, Tony Baharudin alias Tony Tanjung.

Para tersangka sempat menjalani tahanan Polda NTT. Namun dilepas demi hukum karena kasusnya belum rampung P21 untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Baca Juga:  Kapolres Belu Tegas Bubarkan Kerumunan, Tidak Ada Pesta Pergantian Tahun

Selain menetapkan para tersangka, penyidik Polda NTT juga menahan sebuah mobil mewah jenis Honda RV bernomor polisi W 1175 VK. Dan uang senilai hampir Rp 1 miliar yang disita dari tangan para tersangka.

Meski sudah tetapkan 9 tersangka, namun penyidik Polda NTT kembali didesak untuk memeriksa Bupati Malaka, Stef Bria Seran (SBS).

Desakan tersebut disampaikan Mahasiswa asal Malaka di Kupang yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kanokar Liurai (Itakanrai) saat berdemonstrasi di depan Mapolda NTT, Senin 16 Maret 2020 lalu.

Disaat yang sama, Mahasiswa juga mendesak penyidik Polda NTT melakukan pemeriksaan terhadap Anggota Banggar DPRD Malaka tahun 2018.

Bahkan terhadap mandeknya kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sudah berkoordinasi dengan Polda NTT dan Kejati NTT terkait penanganan kasus bawang merah.

Baca Juga:  Kejagung Beri Penghargaan Untuk Kejati NTT dan Kajari TTU

Plt Jubir KPK, Ali Fikri, dalam keterangan tertulisnya Sabtu (12/12/20) mengatakan KPK melalui unit Koordinator Wilayah telah melakukan koordinasi penanganan perkara, diantaranya melakukan gelar perkara di Kejati NTT pada Kamis, 10 Desember 2020.

Ali menjelaskan, KPK melakukan gelar perkara bersama Polda NTT, Kejati NTT, Bareskrim Polri, Pidsus Kejagung, BPKP, dan dihadiri ahli teknis serta tim pengawasan Kejagung.

“ Sehingga dari gelar perkara disepakati bahwa, para pihak terkait dalam perkara dimaksud memenuhi unsur-unsur pasal yang disangkakan. Sehingga penyidik akan segera melengkapi petunjuk dari Jaksa Peneliti Kejati NTT,” tandas Ali.

Menurut Ali, penyelesaian perkara dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan. Dan KPK akan melakukan koordinasi dan supervisi terkait penyelesaian perkara dimaksud. (Via/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!