Biarawati Pasien Covid Keempat Belu Yang Meninggal

  • Bagikan

TimorBerita, Atambua- Baru sepekan sudah empat warga Belu yang meninggal dunia akibat pandemi covid-19.

Mau tahu pasien keempat yang meninggal adalah seorang biarawati namanya Suster Ignasia SSpS (71).

Suster asal Lamaknen sempat menjalani perawatan diruang isolasi RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, bersama pasien covid lainnya.

Selama diruang isolasi suster sempat menulis doa pada kertas dan ditempel dinding tembok memohon keselamatan dan pertolongan Tuhan. Tetapi Tuhan berkehendak lain. Kondisi sakitnya memburuk sehingga meninggal dunia, sekira pukul 22.00 wita malam Jumat (15/1/2021).

Ia harus dikuburkan sesuai protocol covid, bersama korban covid lainnya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Masmae, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Baca Juga:  Belu Berduka Lagi, Sudah Tujuh Korban Covid di TPU Masmae

Pemakaman berlangsung sekira pukul 24.30 wita. Semua tim Satgus yang bertugas menangani pemakaman hadir yakni dari Instalasi Jenasah RSUD Atambua, Dinas PUPR Belu, Unit Tagana Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu.  

Wakil Ketua III Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Frans Manafe saat dikonfirmasi media ini membenarkan pasien covid yang meninggal dunia di RSUD Atambua.

“ Ya benar meninggal tadi malam,” ujar Penjabat Sekda Belu.

Baca Juga:  Jelang Setahun Covid-19, Belu Zona Hijau Melonjak 220 Kasus

Ia menuturkan, pasien meninggal karena Covid sehingga pemakamannya sesuai protocol covid yang ditangani Satgus yang membidangi pemakaman. Pemakaman di kuburkan di TPU Masmae.

Frans juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protocol Covid, wajib menggunakan masker, Mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Sebab jumlah kasus pandemi covid terus meningkat.

Sehingga semua beruapaya untuk memutuskan rantai penularan agar tidak meluas.

Sementara petugas Satgus yang menangani pemakaman jenasah Covid mengatakan sudah empat jenasah Belu yang dikuburkan di TPU Masmae Kecamatan Tasifeto Barat.

Tiga jenasah dari RSUD Atambua dan 1 jenasah dari RS Leona Kefamenanu.

Baca Juga:  Empat Kasus di Belu, Dua Sembuh Dua Rawat Diluar

“Kami sudah kubur empat jenasah covid di Masmae,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Ia menuturkan aksi yang dilakukan murni sosial karena panggilan dan rasa kemanusiaan.

Akan tetapi penanganan terhadap jenasah covid sangat beresiko sehingga perlu dukungan alat pengaman diri APD. Sedangkan saat ini ketersediaan APD sangat terbatas.    

“ Kami siap dan tulus untuk kegiatan ini. Kami minta dukungan dana APBD. Bukan manja tapi takut tertular karena kami juga ada kelurga di rumah yang menunggu,” ujarnya. (Ren/Gio)

  • Bagikan