BPN Malaka Siap Mediasi Tudingan Sertifikat Siluman

  • Bagikan

Timor Berita.Betun || Dugaan praktik mafia tanah yang diadukan Marta Abuk Bria segera digelar mediasi hadirkan para pihak. Kini Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malaka sedang kumpulkan data dan bukti untuk tahapan mediasi.

Langkah mediasi atas permintaan Marta Abuk Bria sebagai upaya untuk mencari kebenaran terhadap dugaan penerbitan sertifikat siluman oleh BPN Malaka.

Sebab sebelumnya, kepemilikan tanah berukuran 6.379 M2 itu telah Sertifikat dengan pemegang hak sesuai dengan data fisik dan yuridis atas nama Martha Abuk Bria yang diterbitkan sejak 26 April 2018 lalu.

Baca Juga:  Bongkar SPPD Fiktif, Anggota DPRD Malaka Ancam Lapor Jaksa

Sebelumnya, pihak Marta Abuk Bria, melalui kuasa hukumnya Wilfridus Son Lau, menuding adanya dugaan mafia tanah di Badan Pertanahan Nasional Malaka sehubungan dengan penerbitan sertifikat atas nama Marta Abuk Bria yang tiba-tiba berubah menjadi Modesta Luruk Nahak.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Malaka, Beci Dopong saat dikonfirmasi Selasa (5/10/21) menjelaskan dirinya baru bertugas dua bulan. Sedangkan pembuatan sertifikat tanah berlangsung sejak tahun 2017. Untuk memastikan kebenarannya maka akan dipastikan bukti data.

Baca Juga:  Dionisius Ulan Ganti Amandus Nahas, Siapa Pengganti Wakil Ketua…!

” Masalah ini tentunya dalam sistem kami. maka akan melakukan mediasi,” ujar Kepala BPN Malaka ini.

Ia mengaku sudah ada pengajuan permohonan dari kuasa hukum Wilfridus Son Kau dan Silvester Nahak untuk dilakukan mediasi. Sehingga pihaknya masih melihat kembali data dan bukti lengkap.

” Kami lihat lagi data ya. Nanti kalau sudah siap kami akan panggil para pihak untuk kami mediasi,” ujar Beci.

Baca Juga:  2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Ketika ditanya terkait perubahan nama sertifikat tanah dari Marta Abuk Bria yang berpindah ke Modesta Luruk Nahak, pihak BPN meminta untuk bersabar sambil menunggu data bukti lengkap.

“Saya harus lihat data dulu. Saya tidak bisa bicara tanpa data karena saya baru menjabat 2 bulan,” ungkap Beci Dopong. (Viki/Tim)

  • Bagikan
error: Content is protected !!