Buka FGD RPJMD, Bupati Belu Jabarkan Visi Misi

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Bupati Belu Agustinus Taolin, didampingi Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens dan Penjabat Sekda Belu Frans Manafe, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Teknokratik RPJMD Kabupaten Belu Tahun 2021-2026.

Kegiatan FGD untuk penyempurnaan dokumen RPJMD, digelar Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) bertempat di Aula BP4D Kabupaten Belu, Selasa (12 /5/2021).

Bupati Belu Agus Taolin mengatakan RPJMD merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Dokumen ini memuat Strategi, Sasaran, Arah Kebijakan Pembangunan Daerah serta program dari perangkat daerah lintas perangkat daerah disertai kerangka pendanaan yang bersifat indikatif untuk lima tahun yang akan datang.

Menurut Agus, RPJMD disusun dengan berpedoman pada UU Nomor 23 Tahun 2014 pasal 263, bahwa kedudukan, peran dan fungsi strategis RPJMD harus dimaknai dari beberapa sudut pandang.

Secara substansial RPJMD merupakan penjabaran dari visi dan misi, secara formal RPJMD menjadi landasan dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan rencana strategis perangkat daerah.

Baca Juga:  Propam Polda NTT Ingatkan Anggota Polres Belu Jaga Citra Polisi

Secara personal RPJMD membuat arahan untuk peningkatan pelayanan yang menjadi tanggung jawab dari kepala daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsi.

Bupati Agus juga mengatakan semua pimpinan menjadi arah penentu kebijakan untuk periode kepemimpinan ini sampai berakhir. Sehingga RPJMD disusun sebaik-baiknya dengan memperhatikan waktu serta validitas data, integritas, serta etos kerja dalam melayani publik harus ditampilkan.

Setelah membuka kegiatan FGD, Bupati Belu Agus Taolin berkesempatan menjabarkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Belu Tahun 2021 – 2024.

Dalam Penjabaran Visi – Misi Bupati Belu Agus Taolin mengatakan Visi dan Misi ini merupakan gambaran kondisi masa depan yang akan diwujudkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan.

Visi yang diwujudkan adalah mengutamakan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif. Sedangkan misi yang dijabarkan adalah membangun manusia yang sehat, membangun ekonomi sehat, membangun pemerintahan yang sehat dan membangun lingkungan dan budaya sehat.

Baca Juga:  Syarat Kepentingan, Fraksi Gerindra Belu Minta Tinjau Kembali Perekrutan Teko

” Jadi, kenapa dalam setiap kesempatan saya bicara soal Covid-19 dan penyakit, karena kesehatan merupakan program prioritas kami yang tertinggi disini. Seluruh orang Belu harus merasakan pelayanan kesehatan yang berkualitas, seluruh orang Belu harus sehat, dan terhindar dari berbagai penyakit apapun dengan dilengkapi fasilitas dan peralatan, SDM yang memadai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan selain Kesehatan, dalam program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Belu juga memprioritaskan Pendidikan Masyarakat.

Tidak hanya masyarakat biasa, ASN berkesempatan untuk melanjutkan studi, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang bermutu.

Bidang Pertanian, Perternakan juga masuk dalam program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Belu.

Selanjutnya bidang pemerintahan yang sehat Bupati Belu menegaskan akan mengkaji lagi birokrasi pemerintah yang benar dan sesuai dengan keahlian.

Baca Juga:  FPG TTU Tolak Tegas Pameran HUT Kefamenanu

Membangun kepemimpinan dan staf yang cerdas dan anti KKN. Membangun birokrasi yang melayani, sejahtera, bekerja dengan hati dan terukur melalui indikator kinerja.

Menguatkan kemitraan dengan lembaga legislatif, yudikatif dan lembaga lainnya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan mendorong pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan profesional.

“Tentunya, kita membangun pemerintahan yang sehat, berarti kita harus pastikan birokrasi yang terarah, dan harus kita kaji, pelajari dan pertimbangkan baik – baik, sesuai dengan aturan, sehingga bisa mewujudkan pemerintah yang bersih,” lanjutnya.

Dan terakhir membangun lingkungan hidup dan kawasan perkotaan, kelurahan dan desa yang bersih sehingga meminimalisir kawasan kumuh dan membina, mengembangkan budaya serta adat istiadat yang sehat.

Agar mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan keluarga dan mendorong peningkatan kapasitas dan sinergitas lembaga politik dan masyarakat untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Belu. (Kom/Ren)

  • Bagikan