Bupati dan Wabup Belu “Duduk Melingkar” Bersama Jurnalis Perbatasan RI-RDTL

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Bupati Belu Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens, duduk melingkar bersama bersama para jurnalis Belu yang bertugas di perbatasan RI-RDTL.

Acara duduk melingkar dengan sebutan coffee morning bertempat di Resto Hotel Matahari Atambua, Jumat (7/5). Kegiatan ini sebagai ajang silahturahmi perkenalan awal saling berbagi memberikan saran, kritikan dan masukan, juga sebagai ruang klarifikasi dari Bupati pasca pemberitaan media terhadap Bupati Belu belakangan ini.

Acara yang dipandu Kadis Kominfo Kabupaten Belu, Johanes Andes Prihatin, dihadiri Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu, Kristoforus M. Loe Mau, Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Jhony Martins dan PLT Kadis Perhubungan, Sixtus Parera.

Saat penghantar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Belu Johanes Andes Prihatin, mengatakan pertemuan yang digelar sebagai agenda Dinas Kominfo Kabupeten Belu. Sesuai arahan bupati dan wakil bupati, ingin bertatap muka bersama para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Belu.

” Berhubung usai dilantik ada beberapa kegiatan yang langsung dikerjakan bupati dan Wakil Bupati Belu di lapangan. Sehingga hari ini baru dilakukan tatap muka bersama para jurnalis,” tandasnya.

Baca Juga:  Peserta CPNS Dilepas Ikut Pelatihan di Provinsi, Begini Pesan Wabup Belu

Johanes menuturkan pertemuan yang digelar sebagai perkenalan informal, sebab media tidak terlepas dari pemerintah sebagai mitra. Sehingga cooffe morning sangat penting untuk digelar untuk bersama menjalin silaturahmi.

Kesempatan itu, para wartawan diberi kesempatan untuk memberikan masukan, saran dan kritikan terhadap pemerintah. Bupati Agustinus Taolin dan Wakil Bupati Aloysius Haleserens yang baru dilantik belum sebulan ini, diharapkan membangun komunikasi dan kerjasama yang baik untuk bersama membangun rai Belu.

Sebab posisi wartawan sebagai mitra kerja bukannya sebagai bawahannya Bupati dan Wakil Bupati, sehingga diperlakukan sesuka hati. Apalagi mengintervensi kinerja media. Sebab pekerja pers atau wartawan sudah diatur dalam UU No 40 tahun 1999 tentang Pers dan kode etik jurnalistik.

Sementara Bupati Belu, Agustinus Taolin, menyampaikan terimakasih atas dukungan, kritikan serta saran dan masukan dari para jurnalis yang ada di Kabupaten Belu. Ia berharap apapun yang disampaikan pers harus bersifat obyektif dan kontekstual serta profesional dalam menyajikan berita.

Baca Juga:  Bupati Lantik "Pasukan" Tim Penggerak PKK TTU

“ Teman- teman jurnalis adalah mitra kerja kami. Dan kami ingin membangun hubungan yang baik, kami siap menerima kritikan dan saran yang akan dijadikan masukan dan acuan dalam bekerja,’’ ujar Bupati Belu.

Menurut Agustinus, hubungan baik bersama para pekerja media tentunya dirajut baik karena hanyalah pers yang bisa menyampaikan informasi kegiatan pemerintah kepada masyarakat. Sehingga pertemuan serupa akan terus berlanjut kedepannya.

Lebih lanjut Bupati Belu mengajak para jurnalis untuk merilis berita yang objektif dan tetap mengedepankan profesionalisme. Sebagai pemerintah tentunya siap menerima usul saran serta masukan dari rekan para jurnalis. Sehingga kedepannya menjadi mitra yang baik dalam membangun Rai Belu tercinta.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas sikap tuturkata terhadap jurnalis. Sebab dirinya tidak sedikit pun bermaksud untuk melecehkan profesi wartawan apalagi membatasi ruang kerja wartawan dan mengintimidasi wartawan beberapa lalu seperti yang diberitakan.

” Saya tidak sedikitpun melecehkan profesi wartawan. Tolong catat dan ikuti kepemimpinan kami selama tiga tahun kedepan. Kami selalu terbuka dan menerima kritik”, ungkap Bupati Agustinus.

Baca Juga:  Mantan Walikota Kupang Lawan Kejati NTT, Penetapan Tersangka Tidak Cukup Bukti

Menurutnya, kejadian selama ini dengan para wartawan merupakan suatu dinamika sehingga perlu dievaluasi. Salah satunya melalui coffee morning, baik dirinya sebagai Bupati juga wartawan. Masukan dari wartawan dan sebaliknya wartawan juga bisa menyesuaikan irama kepemimpinannya.

Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada FLL wartawan RRI, atas kejadian di PLBN Motaain, pada Rabu kemarin. Saat itu dirinya bertindak spontanitas dan tidak bermaksud mengatur wartawan apalagi melecehkan profesi wartawan. Ia hanya mengingatkan soal etika dan sopan santun saat wawancara nara sumber.

Kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan visi misi dan program kerja prioritas dalam kepemimpinan tiga tahun kedepan yakni, bidang kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, infrastruktur dan penataan birokrasi.

Sehingga Bupati Agustinus mengajak dukungan dan sinergitas wartawan sehingga program dan kerja di era kepemimpinannya bersama wakilnya dapat berjalan baik untuk membangun maayarakat Rai Belu.

  • Bagikan