Buruh Pemberontak Helikopter Militer Filipina Jatuh Semua Tewas

  • Bagikan

TimorBerita. Manila – Helikopter berjenis UH-1H milik Militer Negara Filipina dikabarkan jatuh. Insiden itu terjadi saat aparat militer gencar memburu pemberontak komunis di Filipina pegunungan.

Pihak militer Filipina mengatakan, helikopter jenis Huey H-1 Angkatan Udara Filipina jatuh di tanah garapan di Provinsi Bukidnon, Filipina Selatan.

Dikutip dari CRI Online, hasil penyelidikan pertama menunjukkan, helikopter ini mengalami gangguan teknis pada mesin enjin.

Padahal menurut pihak Militer Filipina, helikopter berjenis UH-1H dari era Perang Vietnam yang telah diperbarui dan biasa dikenal dengan julukan Huey itu, terbang bersama Heli Huey lainnya guna mengirimkan logistik ke pangkalan terpencil di Pantaron, sebuah wilayah pegunungan di Provinsi Bukidnon

Helikopter yang ditumpangi tujuh personil itu dikabarkan jatuh di Filipina Selatan pada Sabtu (6/1/2021).

Baca Juga:  Lintasi Jalan Tikus, Polisi Amankan 14 WNA Timor Leste

Insiden itu mengakibatkan tujuh aparat keamanan di Heli ini semuanya tewas. Dua diantaranya pilot dan 5 penumpang termasuk seorang kolonel Angkatan Udara.

Komandan Divisi Infanteri ke-4 Angkatan Darat Filipina, Mayor Jenderal Andres Centeno, Minggu (17/1/2021) mengatakan, helikopter berjenis UH-1H dari era Perang Vietnam yang telah diperbarui dan biasa dikenal dengan julukan Huey itu, terbang pada Sabtu kemarin.

“Helikopter lain memberi tahu lewat radio bahwa mereka melihat asap. Selanjutnya, heli itu menabrak lapangan terbuka,” ujar Mayjen Andres, dikutip The New York Times.

Menurut Mayjen Andres nama korban kecelakaan helikopter itu tidak dirilis ke publik, karena masih menunggu pemberitahuan dari keluarga korban. Dari tujuh orang penumpang yang meninggal, ada seorang kolonel angkatan udara,

Tidak ada korban yang selamat ditemukan saat tim penyelamat mencapai daerah itu. Satu diantara korban 1 Kolonel AU,” katanya.

Baca Juga:  Pengeroyokan Wartawan Malaka Lamban GMNI Belu Sorot Polisi

Sementara, enam penumpang lainnya terdiri atas tiga penerbang dan tiga orang yang bertugas di ketentaraan.

Peristiwa helikopter jatuh Sabtu kemarin terjadi sehari setelah Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Gilbert Gapay, memerintahkan para komandan untuk meningkatkan upaya membongkar gerakan gerilya NPA agar mengakhiri pemberontakan dalam tahun ini juga.

“Semua front gerilya komunis yang tersisa akan ditangani secara bersamaan dan dikalahkan menjelang akhir 2021,” kata Jenderal Gapay, Jumat (15/1/2021).

Cuma tahu pangkalan operasi di Filipina Selatan didirikan sebagai bagian dari upaya Manila untuk memberantas Tentara Rakyat Baru atau NPA-kelompok bersenjata bagian dari Partai Komunis Filipina.

Kelompok pemberontak telah terlibat konflik intensitas rendah dengan Pemerintah Filipina sejak 1969.

Baca Juga:  Ini Daftar Gaji Kades Sekdes dan Perangkat Desa Lainnya Setara PNS

Pasukan pemberontak itu diperkirakan berjumlah sekitar 5.000 orang, turun dari jumlah tertingginya sebanyak 20.000 yang tersebar di seluruh Filipina pada awal 1980-an.

Operasi intensif terhadap NPA, setelah kelompok itu mengumumkan pada bulan ini bahwa mereka menghidupkan kembali regu pembunuh kota untuk menargetkan para pejabat yang dikatakan telah melakukan kejahatan terhadap publik.

Pemberontak NPA berencana membentuk Tim Partisan untuk melakukan pembunuhan terarah di kota-kota.

Tim ini mengacu pada regu khusus Partai Komunis Filipina yang pernah menebar teror pada era 1980-an. Selama rezim korup diktator Ferdinand Marcos berkuasa.

Korban paling terkenal dari regu pembunuh itu adalah Kolonel James Rowe, seorang penasihat militer AS yang tewas dalam penyergapan oleh NPA di utara Manila pada 1989. (We Online/ TimBC)

  • Bagikan
error: Content is protected !!