Covid Belu 23 Kasus Baru, Kluster TNI Kavaleri Markas Lelowai

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua –Angka penderita Covid 19 di Kabupaten Belu terus melonjak.

Data sebelumnya terdapat 6 kasus, 4 sembuh, 2 pasien sedang dirawat di RSUD Atambua dan RSPP Betun.

Kini muncul lagi kasus baru. Sesuai update data hari ini Rabu (25/11/2020) angka covid melonjak drastis. Sebanyak 23 warga Belu terkonfirmasi positif.

Kasus baru dari kluster Satuan Anggota TNI Kompi Kavaleri (Kokav) Markas Lelowai Kabupaten Belu.

Kepala Dinas Kesehatan Belu dr. Joice Manek merincikan 23 kasus baru hasil pemeriksaan swab di Laboratorium Bio Molekuler RSUD W. Z Johannes Kupang.

Baca Juga:  Juni Pendaftaran, Jatah Belu 501 CPNSD dan PPPK

“Tadi sore kita baru dapat hasil, Belu tambah lagi 23 kasus,” ujarnya.

Lanjut Joice perincian 23 kasus baru yakni 20 pasien Anggota Kompi Kavaleri (Kokav). Dan 3 orang tenaga medis yaitu 2 dokter dan 1 perawat.

Mantan Dirut RSUD Gabriel Manek menjelaskan semua pasien anggota TNI Satuan Kokav menjalani karantina mandiri di markas Lelowai.

Baca Juga:  Pelantikan Akhir Februari Dilakukan Virtual

Dipastikan lokasi markas disiplin dan dikawal ketat pimpinan dan kontrol rutin tim medis.

Menurut Joice tim petugas kesehatan juga sudah mendatangi lokasi untuk melakukan tracing.

Pimpinan Danki sudah perintahkan semua anggota tidak boleh keluar markas sehingga memudahkan untuk tracing.

” Kita sudah koordinasi semua anggota di markas kita swab, jadwalnya Jumat atau Sabtu,” tegasnya.

Lanjut Joice pihaknya sudah berkoordinasi agar menutup sejumlah poli di RSUD. Tim kesehatan juga sedang telusuri orang yang kontak erat dengan pasien 2 dokter dan 1 perawat yang selama ini bertugas di RSUD Gabriel Manek.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Jalan Tanah, Begini Janji Anggota DPRD Malaka

” Kita sudah koordinasi pelayanan medis di RSUD berjalan seperti biasa. Sejumlah poli pastinya ditutup,” tandasnya.

Ia mengimbau masyarakat Belu agar jangan panik tetap waspada, disiplin dan wajib mematuhi protokol kesehatan. Melindungi pribadi keluarga juga sesama. Bersama pemerintah bisa perangi pandemik ini.
(ren/ tui)

  • Bagikan
error: Content is protected !!