Deni Kinbenu Laporkan Direktur PT. SKM Ke Nakertrans TTU

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Deni Jehesikel Knibenu didampingi Direktur Lembaga Advokasi Masyarajat Sipil (Lakmas) NTT, Viktor Manbait melaporkan Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM) Hironimus Taolin ke Dinas Nakertrans TTU.

Pasalnya, Deni yang adalah mantan karyawan sejak 2004 dan mantan direktur PT. SKM sejak 2017 hingga diberhentikan sepihak tidak pernah mendapatkan hak- haknya sebagai pekerja pada perusahaan besar tersebut di TTU. Deni Kinbenu warga Kelurahan Kefamenanu Utara, merasa kesal dan menuntunt haknya karena selama 16 tahun bekerja tanpa diberikan gaji.

“Saya tidak tuntut apa-apa. Saya hanya menuntut hak saya sebagai karyawan dari PT Sari Karya Mandiri (SKM) yang selama ini tidak pernah saya dapatkan,” ungkap Deni Kimbenu kepada pekerja pers di TTU, Jumat (18/6 2021).

Deni yang didampingi Direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait SH mengatakan, pihaknya mengadukan pimpinan PT. SKM ke Dinas Nakertrans TTU karena selama bekerja pada perusahaan tersebut, karena selama bekerja tidak pernah dberi upah.

Baca Juga:  BAP Ditunda, Direktur SKM Tidak Hadir Mediasi

Deni menjelaskan, dirinya mulai gabung dengan PT SKM sejak 203.

“Saya dicari dan diajak oleh Pak Hemus (Hironimus Taolin). Saat itu saya datang bawa periuk saya. Dia belum ada apa-apa. Lalu kami masak sama -sama, tetapi dia yang makan, sedangkan saya justru tidak pernah dapat satu sendok nasi dari periuk milik saya ini,” ungkapnya sempat terputus putus karena tak kuasa menahan luka hati.

Menurut Deni tahun 2003 bergabung dengan PT SKM. Saat itu Deny punya CV Fortuna 17. Lalu terjadi kemitraan pinjam bendera oleh Hemus Taolin. Tahun itu dengan bendera CV. Fortuna menggerjakan proyek di terminal baru dengan anggaran Rp 400 juta dengan perjanjian 3 Persen fee. Pada tahun 2003 Bos Hemus memenuhi perjanjian tersebut.

Namun mulai tahun 2004 dengan bendera Cv. Forutuna tersebut terus mengerjakan berbagai proyek besar hingga tahun 2019, tapi sayangnya kewajiban tersebut tidak dilaksanakan. Bahkan sejak tahun 2004 Deni dijadikan sebagai karyawan tapi pimpinan SKM, Hemus Taolin tidak pernah memberinya upah sebagai karyawan.

Baca Juga:  Wow…! Titip Rp 140 Juta, Saksi Ngaku Biaya Pelicin Sertifikat Tanah Labuan Bajo

“Selama ini saya kerja hanya makan dari mobilisasi kami sebagai karyawan PT ini. Makan dari mengirit uang uang operasional,” ungkapnya.

Selain itu Deni mengungkapkan kekesalan lainnya terhadap pimpinan SKM pada 2003-2004 tidak melaksanakan kewajiban untuk pembayaran pajak dari CV Fortuna 17 miliknya karena mengerjakan proyek. Totalnya Rp 524-an juta.

“Ini baru diketahui setelah tahun 2019 temuan dari kantor pajak. Saat itu saya sampaikan. Kemudian saya dipanggil oleh kantor pajak di kupang. Saya datang lalu beri klarifikasi bahwa benar itu CV saya tetapi kewajiban pajak ada pada SKM. Saya sendiri sampaikan tapi dia hanya suruh kita untuk urus, mau urus pake apa,” tegasnya.

Selain sebagai karyawan, pada tahu 2017 Deni Kimbenu diangkat menjadi direktur PT. SKM dengan mengerjakan berbagai proyek besar baik di kabupaten TTU maupun di luar TTH sampai ia diberhentikan secara sepihak. Padahal dirinya sebagai karyawan maupun sebagai direktur sangat setia kepadanya.

Baca Juga:  Longsor di Kota Kupang Renggut Dua Nyawa Suami Isteri

Disamping itu juga Deni mengungkapkan bahwa PT. SKM memiliki karyawan cukup banyak. Tapi tidak pernah dilaporkan tenaga kerja tersebut ke pihak Nakertrans TTU dan sehingga bisa memiliki jaminan tenaga kerja.

“Karyawan sekitar 100 orang lebih tapi sampai saya dikeluarkan tidak ada yang memiliki jaminan tenaga kerja,” ungkapnya.

Sebelumnya direktur Lakmas NTT, Viktor Manbait membenarkan bahwa dirinya selaku pendamping bersama korban Deni Kimbenu telah melaporkan hal ini ke Dinas Nakertŕas agar dapat memediasi guna menyelesaikan persoalan tuntutan akan hak -haknya.

Viktor berharap Dinas Nakertrans bisa memanggil Direktur SKM dengan mempertemukan dengan korban Deni Kimbenu.

“Jadi ini adalah jalan damai yang ingin kita capai. Tetapi kalau nantinya tidak dapat dipenuhi maka pasti akan dilakukan cara lain,” ungkap Viktor. (Kend)

  • Bagikan
error: Content is protected !!