Desa Dualasi Raiulun dan Fatulotu Deklarasi Lima Pilar STBM  

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua- Pemerintah Kabupaten Belu terus meningkatkan pelayanan hidup sehat untuk masyarakat. Terbukti Jumat (28/8/2020), dua Desa di Kecamatan  Lasiolat, Fatulotu yakni Desa Dualasi Raiulun, secara resmi mendeklarasikan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Deklarasi berlangsung terpisah di dua desa ini di hari yang sama. Kepala desa di masing-masing membacakan ikrar lima pilar STBM. Kelima pilar STBM yakni tidak membuang air besar sembarangan. Cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir. Melakukan pengolahan air minum dan makanan rumah tangga.Melakukan pengolahan sampah rumah tangga. Dan melakukan pengolahan air limbah rumah tangga.

Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Dualasi Raiulun dan Desa Fatulotu yang sudah berkomitmen melalui deklarasi untuk melaksanakan lima pilar STBM dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Warga Antusias Ikut Virtual Pelantikan Bupati dan Wabup TTU

Dikatakan deklarasi yang dilaksanakan sebagai komitmen bahwa dua desa siap melaksanakan lima pilar STBM. Untuk mengarahkan masyarakat agar menjalankan pola hidup bersih dan sehat terutama kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggal.

Dikatakan program lima pilar STBM dapat terlaksana berkat dukungan dari semua pihak. Mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dan semua elemen seperti OPD terkait, kecamatan, desa dan masyarakat serta LSM.

Kesempatan itu Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada Yayasan PLAN International Indonesia dan mitra kerja Yayasan Pijar Timor Indonesia. Karena sudah melakukan pilot project di 36 desa yang ada di Kabupaten Belu. Diantaranya enam desa melaksanakan STBM. Namun baru dua desa telah mendeklarasikan Lima Pilar STBM.

Baca Juga:  Pemdes Ponu Siaga, Dampingi Capilduk Benahi Data Kependudukan

Untuk itu lanjut Mantan Sekda Belu ini meminta agar pelaksanaan lima pilar STBM bukan hanya sebatas deklarasi. Tetapi menjadi langkah awal dan komitmen bersama semua masyarakat untuk menjaga dan mempertahankan dan melakukan monitoring terkait kondisi lingkungannya. Maupun perubahan perilaku untuk tetap hidup bersih dan sehat di Kabupaten Belu.

Sementara Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vincentius Kiabeda mengatakan Desa STBM sebagai langkah awal untuk menentukan tingkat derajat kesehatan masyarakat.
Ada tiga indikator kesejahteraan untuk anak antara lain, anak harus sehat, Anak harus cerdas dan Anak harus dilindungi. Sedangkan untuk orang dewasa harus sehat dan memiliki usaha mandiri.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Datangi Mapolres, Bupati Raymundus Diperiksa Awal Januari

“Desa Dualasi Raiulun dan Fatulotu hari ini sudah mendeklarasikan Lima Pilar STBM. Kami berharap ke depan program ini terus berlanjut hingga semua desa di Belu,” pintanya.

Kegiatan deklarasi dihadiri Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan, Kepala Dinas Kesehatan Belu, dr. Joice Manek, Camat Lasiolat Lorensius Donpeira, Kades Fatulotu, Kades Dualasi Raiulun, dan masyarakat. (Ren/ Gio )

  • Bagikan
error: Content is protected !!