Desa Kabuna Wakili NTT, Target Masuk Tiga Nasional Kompetisi KIP

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, mewakili Provinsi NTT sebagai peserta seleksi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat nasional.

Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens mengapresiasi prestasi yang diraih
Desa Kabuna. Pemerintah Kabupaten Belu siap mendukung penuh.

Targetnya Kabuna bukan 10 besar saja tetapi bisa turun menjadi 3 besar se-Indonesia.

” Kita harap desa lain bisa belajar Desa Kabuna menjadi contoh,” tandas Wakil Bupati Belu Aloysius Haleserens saat menyambut kedatangan Tim visitasi dari pusat dan provinsi di kantor Desa Kabuna Selasa 7 September 2021.

Baca Juga:  Tiga Medis Terpapar Covid, Poli Rawat Tutup IGD Tetap Dibuka

Menurut Aloysius kehadiran Tim Kementerian Desa / PDTT, Komisioner Komisi Informasi Pusat, Bakti Kominfo dan KI Provinsi NTT ini merupakan suatu hal yang membanggakan sekaligus menjadi penghargaan dan penghormatan tersendiri untuk Kabupaten Belu.

“Saya berharap tim visitasi menyampaikan kembali ke Pemerintah Kabupaten Belu hasil penilaian keterbukaan informasi sehingga menjadi bahan referensi dan evaluasi dalam implementasi keterbukaan informasi bagi seluruh desa di Belu,” tandas Wakil Bupati Belu.

Baca Juga:  Satgas TNI Dan Warga Fulur Belu, Gotong Royong Pasang Saluran Air Pipa

Sementara itu Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP), Muhamad Syahyan mengatakan indikator penilaian dari tim penilai pusat ada 2 kategori.

Ada desa yang di dalam pulau Jawa dan ada desa yang masuk dalam 3T ( Terluar, Terdepan dan Terbelakang).

Menurut Syahwan penilaian berbeda seperti inovasi dan kondisi daerah yang 3T menjadi pertimbangan tim di tingkat tim nasional.

Baca Juga:  Pansel Tetapkan Tiga Nama Calon Sekda Belu Defenitif

Dikatakan dari 75 ribu desa di Indonesia, setiap provinsi mengajukan 2 atau 3 desa terbaik.

Dari 100 desa yang diajukan akan dinilai lagi untuk itu masuk 10 desa terbaik seluruh Indonesia.

“Kita bersyukur masuk 10 besar. Kita harap ini bisa menjadi desa percontohan terutama di daerah Timur NTT dan bisa juga menjadi percontohan bagi Negara tetangga Timor Leste,” tandas Syahwan. (Ren/Komin)

  • Bagikan
error: Content is protected !!