Dimkrimsus Polda NTT Bongkar Investasi Bodong Rp 28 Miliar, 1800 Nasabah Korban

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang || Direktur Utama PT Asia Dinasti Sejahtera, Muhammad Badrun, terpaksa berurusan dengan penegak hukum. Perusahaan yang dipimpinnya melakukan investasi bodong mencapai Rp 28 miliar yang dihimpun dari 1800 nasabah.

Kasus dugaan tindak pidana baru terkuak setelah dibongkar Direktorat Kriminal Khusus Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebab uang yang dikumpulkan perusahaan tanpa izin Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, didampingi Dirkrimsus Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangun, Rabu (2/6/2021) mengatakan kasus dugaan tindak pidana investasi bodong dengan nilai fantastis baru diketahui setelah ada pengaduan korban.

Dikatakan masyarakat korban sudah diambil keterangan termasuk lembaga OJK sudah diklarifikasi. Hasilnya ditemukan unsur perbuatan melawan hukum serta alat bukti pengumpulan dana masyarakat tanpa izin resmi BI dan OJK.

Baca Juga:  Hakim MK Tolak Petahana, Wajah Baru Pimpin Malaka dan Belu

Mantan Kapolres TTU menjelaskan perusahaan PT Asia Dinasti Sejahtera, modusnya membentuk struktur organisasi palsu dan telah menghimpun dana masyarakat tanpa izin dari BI dan OJK. Perusahaan menghimpun dana masyarakat sebesar Rp 28.078.500.00, sejak 10 Februari 2019 hingga 23 Juli 2020.

Anggota nasabah menyetor uang kepada pelaku, melalui rekening PT Asia Dinasti Sejahtera. Modusnya pelaku menawarkan paket digital berupa silver, gold, platinum, executive, deluxe dan super deluxe dengan profit dari simpanan dalam waktu tertentu sesuai paket atau produk yang dibeli,” ujar Krisna.

Baca Juga:  Para Kades Dingatkan Kelola Dana Desa Sesuai Regulasi

Krisna merincikan barang bukti yang disita berupa satu buku salinan akta pendirian PT yang dikeluarkan oleh notaris. Satu lembar struktur organisasi PT, satu lembar surat izin usaha perdagangan. Satu lembar tanda daftar perusahaan perseroan terbatas, uang tunai sebesar Rp 1.139.000.000. Aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan, dengan nilai taksiran kurang lebih Rp 17. 500.000.000 dan 22 barang bukti pendukung lainnya.

Sedangkan Dirkrimsus Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangun menuturkan Kapolda NTT setiap kesempatan selalu ingatkan warga agar selalu waspada. Jika ada pihak yang menawarkan investasi tentunya dipastikan identitas keabsahannya, sehingga tidak terjadi kerugian atau masalah dikemudian hari.

Baca Juga:  Belum Pernah Orang Miskin Karena Derma, Penyegaran Iman di Paroki Oelami

“Bapak Kapolda minta seluruh masyarakat NTT agar tidak tergiur dengan investasi yang keuntungan tinggi karena itu penipuan. Kasus pertama yang berhasil diungkap oleh Dirkrimsus Polda NTT,” tegasnya.

Masyarakat dihimbau agar waspada jangan terpengaruh janji investasi dengan penghasilan tinggi apalagi didapatnya dalam waktu singkat.

Sebelumnya, pada 5 Februari 2021 status kasus dugaan tindak pidana investasi bodong dinaikkan dari lidik ke sidik dengan laporan polisi nomor SPKT-A/253/VI/2020/SPKT Polda NTT. Dengan menetapkan satu tersangka yakni Muhammad Badrun alias Adun selaku direktur PT. Asia Dinasti Sejahtera, alamat di Jl Kelimutu, RT 005, RW 002, Kelurahan Ende, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende. (*/mdk/tbcom)

  • Bagikan