Ditahan Polisi,Tersangka Pidana Pilkada Belu Dijemput Keluarga dan Massa Aksi

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua – Akulina Dahu (24 thn), tersangka dugaan tindak pidana Pilkada Belu ini akhirnya keluar dari tahanan sel Polisi, pada Jumat (8/1/2020) sore.

Akulina perempuan lajang asal kampung Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi, perbatasan RI-RDTL, menjalani tahanan selama 12 hari terhitung sejak 28 Desember 2020.

Meski begitu ia kini menghirup udara bebas, setelah permohonan penangguhannya dikabulkan Kapolres AKBP Belu Khairul Saleh.

Pantauan wartawan Akulina tampak lesu dan kusam saat keluar dari tahanan, mengenakan baju merah dipadu dress code kotak-kotak, beralas sandal jepit.

Ia tak hentinya mengusap air mata saat melangkah keluar dari pintu tahanan sel. Sontak kaget bukan saja dijemput kedua orang tuanya Dominikus Asuk dan Veronika Kolo.

Baca Juga:  Serahkan DIPA Wakil Bupati Belu Apresiasi Pelayanan KPPN Atambua

Tetapi juga sanak keluarga dan massa aksi dari GMNI dan Fosmab yang menunggu di balik gerbang Polres Belu.

Dihadapan massa Akulina Dahu mengaku sangat bahagia dan senang sudah bisa keluar dari tahanan sel. Sudah bisa menghirup udara bebas walau masih menunggu lanjutan prosesnya.

Ia mengaku hanya bisa pasrah menjalani proses hukum yang sedang berjalan.

Terima kasih atas dukungan semua. Mohon bantu saya semoga cepat berakhir,” ucapnya.

Ia juga memohon dukungan semua pihak yang peduli kemanusiaan semoga kasus yang menimpanya bisa cepat berakhir.

Baca Juga:  Sertifikasi Guru Bulan Desember Belum Cair, Begini Penjelasan Kadis PK Belu

Semoga ada keadilan hukum sebab dirinya tidak bersalah dalam kasus tindak pidana yang menimpanya.

Rupanya pertimbangan permohonan penangguhan dikabulkan, sebab tekanan aksi demonstrasi yang dilakukan dua hari beruntun dari Aliansi Pemuda Belu Peduli Kemanusiaan.

Dan Aliansi Peduli Kemanusiaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu dan Forum Solidaritas Mahasiswa Belu (FOSMAB) Kupang.

Dua gelombang aksi massa dengan tuntutan yang sama. Mereka menuntut agar tersangka Akulina Dahu segera dibebaskan bukan sekedar penangguhan tetapi bebas tanpa syarat.

Baca Juga:  Belu Berhasil Tekan Stunting, Begini Pesan Penjabat Bupati

Aliansi peduli kemanusiaan menuntut keadilan hukum membebaskan Akulina dari jeratan hukum dugaan tindak pidana Pilkada Belu. Sebab Akulina dinilai tidak bersalah tetapi menjadi korban diskriminasi.

Sebelumnya, Akulina Dahu ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana Pilkada sesuai laporan Bawaslu.

Lantaran Akulina sebagai pemilih yang menggunakan KTP luar Kabupaten Belu untuk mencoblos di TPS 02, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi.

Penetapan tersangka Akulina bersama dua petugas KPPS yakni CM dan PJ di TPS 02 Desa Nanaet ini.

Ketiganya diduga melanggar tindak pidana Pilkada. Dan berkas ketiganya sudah dilimpahkan di Kejaksaan Belu. (YuN/ Gio)

  • Bagikan