Dituding Pukuli Frater Top, Pemuda Dihajar Pingsan dan Jadi Tersangka

  • Bagikan

Timor Berita. Betun – Frediriko Luan Bala (FLB), pemuda asal Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi korban penganiayaan oknum PB dan YL warga setempat.

Frediriko dianiaya gegara dituding memukuli Frater Top Emanuel B. M pada Kamis (12/11/20) lalu. Peristiwa penganiayaan ini terjadi saat digelar pesta di Dusun Meta Mauk, Kobalima Timur.

Buntutnya bukan pelaku PB dan YL harus berurusan dengan polisi karena tindakannya main hakim sendiri. Tetapi justru korban penganiayaan Frederiko menjadi pelaku dan statusnya ditetapkan tersangka saat ini sedang ditahanan sel.

Tak puas korban mempertanyakan kinerja Polisi, lantaran kedua pelaku pengeroyokan PB dan YL bukannya di proses tapi malah korban penganiayaan yang dijadikan tersangka. Kejadian itu banyak saksi mata yang melihat tindakan penganiyaan terhadap korban Frederiko (Riko) hingga pingsan.

Baca Juga:  Sebelum Habisi Nai Kiik, Pelaku Sempat Tanya Isteri Korban

” Saya lihat langsung di lokasi. Malah saya yang bantu, Riko itu bukan pelaku tapi korban di aniaya sampai pingsan. Saya heran kenapa Riko yang disel. Kenapa Polisi tidak proses dua orang pelaku itu Paulus Bau dan Yosep Loe,” ujar Aloysius Koli, saksi mata yang sempat membantu korban usai dianiaya kedua pelaku di pesta rumah kepala dusun Meta Mauk.

Aloysius menuturkan Riko tidak pukul ataupun menghina Frater. Tetapi malam itu Frater hadir di pesta ada yang tidak kenal karena frater yang hadir di pesta memakai celana pendek sambil minum alkohol dengan Riko dan rekan lainnya.

Bukan hanya itu saat pengambilan BAP di Polisi, pelapor frater menyebut Riko bukan sebagai pelaku. Tetapi Polisi justru tetap menahan Riko karena diduga sebagai pelaku.

Baca Juga:  CU Kasih Sejahtera Gelar Bimtek Hortikultura dan Anggur

Bahkan saat di Polsek Kobalima, Riko menjadi korban pemukulan lagi dari Pastor Paroki Alas. Riko dipukul dihadapan aparat penegak hukum.

“Bagaimana seorang pemimpin umat pukuli umatnya yang sebenarnya tidak bersalah. Anak saya dipukul lagi di hadapan Polisi,” kesal orang tua Riko.

Sementara Kapolsek Kobalima, Iptu Abilio Tefa saat dikonfirmasi Kamis (11/2/2021) membenarkan adanya peristiwa penganiayaan di salah satu rumah di Metamauk.

Pihaknya sudah turun ke lokasi TKP dan sudah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan korban. Sedangkan terhadap pelaku saat turun untuk dijemput tetapi tidak ditemukan. Sehingga orangtuanya yang antar di Polsek.

Menurut Abilio kasus ini sudah digelar perkara sehingga statusnya dinaikan ke penyidikan. Tersangka langsung ditahan dalam dugaan kasus ini. Berkas perkaranya sudah rampung sehingga sudah dilimpahkan.

Baca Juga:  Update Covid Belu, Positif 46 Kasus Ini Penyebarannya

” Kita sudah limpahkan berkas ke Jaksa. Termasuk tersangka tetapi Kejaksaan titipkan pelaku di Polsek sini,” ungkapnya.

Saat ditanyai terkait dugaan dua orang yang melakukan penganiayaan terhadap Riko, Abilio menuturkan bahwa kasus tersebut ditangani sesuai prosedur hukum. Kasusnya sudah menjadi kewenangan jaksa untuk proses sidang selanjutnya.

Sementara Kuasa Hukum Kornelius A. Talok mengatakan tidak dibenarkan seseorang main hakim sendiri. Sehingga untuk mencari keadilan untuk membuktikan siapa salah dan siapa yang benar kasus ini akan dibuktikan di persidangan nanti.

” Kasus ini sudah dilakukan sidang on line dengan agenda pembacaan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, dengan dakwaan Primair psl 351 Penganiayaan KUHP dan Subsidair pasal 315 penghinaan,” ujar Kornelius.

(Vic/06-Red)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!