Dokter dan Perawat Covid19 RS Sito Husada Atambua Ditutup

  • Bagikan

TimorBerita Atambua- Managemen Rumah Sakit Sito Husada Atambua, tidak melakukan pelayanan pasien. Alasannya ada perawat dan dokter yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Belum dipastikan jumlah yang terkonfirmasi positif, tetapi langkah yang dilakukan untuk menghindari penyebaran penularan pandemi ini.

Lantaran setelah RS ini melakukan pemeriksaan rapid antigen ada yang reaktif jumlahnya mencapai 22 orang.

Paantauan Timorberita.com salah satu rumah sakit swasta di wilayah perbatasan Negara RI-RDTL, yang biasa ramai dikunjungi pasien, terlihat sepih pengunjung tidak ada aktifitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga:  Satgas Pamtas RI - RDTL 744/SYB Sweeping Perketat Jalur Perbatasan

Terlihat hanyalah sejumlah kendaraan roda empat yang parkir dihalaman rumah sakit ini.

Pada dinding pintu RS ini terlihat pengumuman dengan tulisan kertas putih yang menegaskan bahwa untuk sementara tidak melakukan pelayanan medis.

Begini isi pengumuman, ” MOHON PERHATIAN…! PELAYANAN UGD DAN KLINIK DITUTUP HINGGA WAKTU YANG TIDAK DITENTUKAN MENGINGAT ADA DOKTER DAN PERAWAT YANG POSITIF COVID -19.

Informasi penutupan RS Sito Husada berlaku tanpa batas waktu. Sehingga belum dipastikan kapan baru kembali beroperasi membuka pelayanan normal.

Salah seorang sumber media ini yang enggan disebutkan namanya menuturkan pelayanan di RS Sito ditutup beberapa hari lalu.

Baca Juga:  KPU Malaka Tetapkan Simon - Kim, Pelantikan Tunggu Jadwal Mendagri

Sejak ada petugas medis yang terkonfirmasi Covid. Salah satu pasien dari Kabupaten Malaka yang sempat diisolasi tetapi informasinya sudah meninggal setelah sampai di RSPP Betun.

Sementara Direktur RS Sito Husada Atambua, dr. Falen Parera belum berhasil dikonfirmasi terkait penutupan sementara pelayanan pasien di Rumah Sakit ini.

Namun sebelumnya pada 16 Juli lalu pelayanan kesehatan di RS ini tidak beroperasi kurang lebih tiga bulan lamanya karena alasan pandemi Covid.

Baca Juga:  Jacky Uly Dilantik Jadi Anggota DPR RI Gantikan Christiana Muki

Sekedar tahu Jumat (8/1/2020) Direktris Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun dr. Oktelin K. Kaswadie, mengatakan salah seorang warga Malaka identitas KB meninggal karena Covid-19.

Pasien menderita gejala berat yang dikirim dari Rumah Sakit Sito Husada Atambua sejak Kamismalam. Namun saat tiba belum satu jam, sudah meninggal dunia.

Dikatakan, pasien yang meninggal akibat pandemi Covid sehingga pemakaman sesuai protokol Covid. Pemakamannya di dusun Biudukfehan, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. (RenT/ Gio)

  • Bagikan