Dua Botol Sopi, Akhiri Perseteruan Anggota Fraksi dan Pimpinan DPRD TTU

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Perseteruan Anggota Fraksi dan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) TTU, akhirnya menemui titik terang.

Kedua pihak yang sempat berpolemik, sepakat berdamai dengan sejumlah catatan yang akan diperbaiki kedepan.

Suasana damai ditandai dua botol sopi sebagai perekat kekeluargaan.

Acara damai berlangsung tertutup di ruang komisi II DPRD TTU, Senin (1/2/2021) siang. Dihadiri semua pimpinan fraksi, anggota dan pimpinan DPRD TTU.

Pantauan media ini, setelah berdamai wakil rakyat bersama-sama membongkar segel pintu pimpinan DPRD, yang sebelumnya dipaku rapat menggunakan sejumlah batangan tiang.

Ketua DPRD TTU, Hendrikus Bana mengatakan, polemik kemarin sudah selesai dengan berdamai. Perbedaan itu diselesaikan dengan hati iklas. Tidak ada lagi polemik, sama-sama mengakui khilaf, sehingga akan diperbaiki kedepan.

” Kami duduk bersama dan sudah selesaikan. Yang kurang akan diperbaiki kedepan,” ujarnya.

Menurut Hendrikus, semua anggota dan pimpinan di lembaga saling menerima dan saling memaafkan. Jika dibiarkan berlarut tentunya merugikan kepentingan masyarakat. Sebab masih banyak agenda penting yang harus diselesaikan bersama.

” Kami saling memaafkan, secara adat dan konstitusi kami sudah berdamai. Hari ini kami bongkar kembali pintu yang disegel,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, pimpinan fraksi dan anggota fraksi secara spontan menyegel ruang kerja pimpinan DPRD TTU, pada Kamis (28/1/2020).

Aksi anggota dan pimpinan fraksi yang dilakukan dengan cara memalang kayu pada dinding pintu ruang pimpinan, sebagai bentuk protes.

Mereka kesal dan kecewa terhadap sikap pimpinan yang membatalkan sidang evaluasi yang sudah dijadwalkan.

Alasan lain sebagai kekesalan akumulasi agenda setahun yang dinilai gagal. (Bell/ 07-BT)

Editor Giovanni Neno

  • Bagikan