Dua Tahun Stroke, Divonis Covid Keluarga Protes RS Leona

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Aksi protes datang dari keluarga pasien almarhum Yoseph Taeki Lake, warga Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Keluarga ini memprotes Tim dokter Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu karena tidak menerima vonis Covid terhadap pasien Yoseph. Alasannya sudah dua tahun Yosep menderita stroke dan di rujuk ke RS Leona karena terjatuh di rumahnya.

Kristoforus Xaverius Lake, anak kandung Yoseph mengaku sangat kesal terhadap hasil medis RS Leona yang begitu cepat memvonis ayahnya meninggal terpapar Covid. Padahal ayahnya di bawa ke RS Leona kefamenanu pada Sabtu (31/7/2021) sore, dengan riwayat stroke berat sudah 2 tahun dan terjatuh di rumah sehingga dirujuk.

” Bapak saya stroke sudah dua tahun dan jatuh di rumah sehingga kami bawa kesini untuk dapat pelayanan. Tetapi pihak RS Leona langsung vonis bilang bapak kena covid, ” kesal Kristoforus.

Baca Juga:  Bupati TTU Terima Bantuan Peduli Bank NTT

Ia menuturkan ayahnya sempat dibawa ke Puskesmas Sasi untuk diperiksa, tetapi pihak Puskesmas Sasi meminta agar ayahnya langsung dibawa ke RS Leona dengan alasan Puskesmas Sasi sedang menangani pasien Covid-19.

Kristoforus merasa heran saat ayahnya tiba dan diperiksa di RS Leona Kefamenanu, di vonis terpapar Covid-19 sehingga keluarga menolak dan protes terhadap pemeriksaan tim medis RS Leona. Saat itu juga keluarga menolak untuk rawat inap dan membawa kembali ayahnya ke rumah keluarga di Kelurahan Sasi, Kecamatan kota Kefamenanu.

Kristoforus menambahkan keesokannya Minggu, 1 Agustus ayahnya dijemput oleh tim dan gugus tugas Covid-19 di rumah dan membawa kembali ayahnya ke RS Leona untuk di karantina.

Baca Juga:  DPW Perindo Target Menang di NTT

” Petugas datang jemput minggu sore dan besoknya hari senin ayah saya meninggal dunia di RS Leona. Sebagai pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus dimakamkan sesuai Protokol Covid-19, ” kesal Kristoforus.

Keluarga ini tidak puas sehingga melakukan aksi protes di depan ruang IGD Rumah Sakit (RS) Leona Kefamenanu. Keluarga pasien yang meninggal hendak menerobos masuk ingin bertemu tim dokter didalam ruangan. Tetapi tidak berhasil karena dijaga ketat petugas Polisi dan TNI serta Satpol PP di depan ruang IGD.

Sementara itu, perwakilan Dokter RS Leona Kefamenanu mengatakan pasien atas nama Tuan Yoseph di bawa ke RS Leona untuk diperiksa dengan keluhan sesak nafas dan kondisinya lemas.
Setelah pemeriksaan hasil rapid antigen hasilnya positif tetapi keluarga menolak.

Baca Juga:  Besok, Gubernur NTT Lantik Bupati dan Wabup Terpilih, Sabu Raijua Tertunda

” Tuan Yosep datang dengan keluhan sesak napas dan lemas. Kita sudah periksa rapid antigen hasilnya positif. Tetapi keluarga menolak untuk rawat inap sesuai protokol di sini, ” tandas Tim Dokter dari RS Leona.

Menurut pihak medis pasien Tuan Yoseph di bawa kembali ke RS Leona pada hari Minggu dengan kondisi yang sudah menurun dan saturasi oksigen yang juga sudah menurun hingga 60%. Di tambah lagi hasil rapid antigennya positif sehingga pihak RS Leona mengambil kesimpulan bahwa pasien atas nama Yosep Taeki Lake terpapar Covid-19.

” Rapid antigen itu kepastiannya 98%. Kalau hasilnya positif itu sudah mengarah spesifik ke Covid-19. Jadi kami percaya hasil itu dan hasil pemeriksaan dokternya juga,” tambah Dokter yang enggan menyebutkan identitasnya. (Nick/ Joo)

  • Bagikan
error: Content is protected !!