Kejati NTT Bongkar Mafia Transaksi Jual Tanah Negara, Dua WNA Kebagian Jatah Haram

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang  – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil membongkar mafia transaksi jual beli tanah negara milik Kabupaten Manggarai Barat.

Dugaan korupsi transaksi jual beli tanah di Labuan Bajo, melibatkan dua Warga Negara Asing (WNA) asal Italia. Keduanya kebagian jatah hasil mafia penjualan tanah negara milik Pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp 25 miliar yang dibeli oleh Rudi Suliawan pemilik Hotel Ayana.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Yulianto, kepada wartawan, Sabtu (9/1/2021) mengatakan hasil penjualan aset negara milik Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp 25 miliar. Dua WNA asal Italia ini turut menikmati hasil penjualan aset ini.

Baca Juga:  JPU Sebut 29 Pejabat Terima Tanah Kapling Dari Terdakwa Jonas Salean

Menurutnya uang hasil penjualan tanah yang dibeli oleh Rudi Suliawan pemilik Hotel Ayana, diberikan kepada dua WNA melalui bukti check. Diketahui bahwa terjadi manipulasi harga jual beli tanah dari Rp 25 miliar menjadi Rp 3 miliar untuk menghindari akta jual beli.

“Rudi Suliawan pemilik hotel Ayana, yang membeli tanah Pemda Manggarai Barat seharga Rp 25 miliar. Tapi dimanipulasi harga jual beli senilai Rp 3 miliar untuk menghindari akta jual beli. Hasil penjualan itu ada dua WNA asal Italia yang menikmati uang tersebut yang diberikan melalui check,” tandas Yulianto.

Baca Juga:  Bupati Belu Sambut Kunjungan Mahfud MD dan Tito Karnavian

Menurut Yulianto kasus dugaan korupsi dengan estimasi kerugian keuangan negara jumlahnya mencapai Rp 3 Triliun, menjadi pintu masuk Kejaksaan untuk membongkar mafia tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.


Dikatakan transaksi jual beli aset negara ini warga NTT khususnya warga Manggarai Barat mengalami kerugian bahkan menghambat perkembangan perekonomian di wilayah itu. Sehingga Kejati NTT akan fokus untuk segera menuntaskan dugaan tindak pidana perkara korupsi ini.

Baca Juga:  Hakim Vonis Muhamad Ruslan 10 Tahun, Kuasa Hukum Masih Pikir Pikir

” Saya bersama tim penyidik Tipidsus Kejati NTT akan terus bergerak untuk membongkar mafia tanah di Labuan Bajo, untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat,” tegasnya.

Mantan Kajari Waikabubak menegaskan sudah berkomitmen untuk segera menuntaskan kasus dugaan korupsi jual beli tanah dengan nilai Rp 3 Triliun ini, sehingga fokus untuk kasus berikutnya.

Saat ini Kejati NTT sudah mengantongi beberapa peristiwa jual beli tanah yang berdampak pada tindak pidana. (Red/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!