Dubes RI Timor Leste Dan Menparekraf Tindaklanjuti MoU Pariwisata

  • Bagikan

TimorBerita, Jakarta – Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Repulik Demokratik Timor Leste, Okto Dorinus Manik bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno

Pertemuan kedua pejabat negara untuk membahas tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) Pariwisata RI -Timor Leste, yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 4 April 2022.

Kerja sama dalam bentuk MoU Pariwisata antara Indonesia dan Timor Leste akan mencakup joint promotion, pengembangan destinasi wisata, hingga peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM.

Selain MoU, pihak Timor Leste berharap Indonesia dapat mempertimbangkan pemberian visa kunjungan saat kedatangan (VoA), khususnya ke Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk wisatawan Timor Leste.

Baca Juga:  Wow…! Sebulan Imigrasi Atambua Deportasi 639 Warga Timor Leste

“Saya sangat paham betul, Bali menjadi lokasi yang strategis bagi wisatawan Timor Leste untuk transit ataupun kegiatan lainnya. Dan untuk visa kunjungan Bali dan NTT mohon bersurat nanti kita angkat di rakor (rapat koordinasi) mingguan untuk kita tindak lanjuti,” tandas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno usai pertemuan.

Menurut Sandiaga penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event juga akan disinergikan, seperti Festival Perbatasan, sehingga dapat mendongkrak kebangkitan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas bagi kedua negara.

“Dukungan di sekitar border, kalau ada Festival Perbatasan kan menarik, sehingga tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, juga produk ekonomi kreatif kita,” ujar Sandiaga.

Baca Juga:  Target Ribuan Kendaraan, Pelayanan KIR di Belu Tidak Kenal Hari Libur

Menparekraf mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menghadirkan direct flight dari Timor Leste ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti Bali, Surabaya, Jakarta, dan Medan.

Lanjut Sandiaga wisatawan mancanegara asal Timor Leste, cukup potensial kontribusinya terhadap peningkatan parekraf Indonesia.

Dikatakan jika dilihat dari spending wisatawan Timor Leste memang tidak berdampak secara signifikan, hanya sekitar 187,71 dolar AS per-kunjungan atau 31,34 dolar AS per-hari.

Namun, dilihat dari jumlah wisatawan Timor Leste ke Indonesia cukup banyak. Pada tahun 2020 mencapai satu juta lebih wisatawan.

Sementara itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Demokratik Timor Leste, Okto Dorinus Manik, menyambut baik dukungan Menparekraf mendukung program visa on arrival/VoA, dan bentuk kerja sama lainnya.

Baca Juga:  Jalan Berliku Finish, Simon dan Kim Resmi Pimpin Malaka

Okto berharap MoU Pariwisata juga bisa segera diselesaikan, karena pihak Timor Leste sudah lebih dahulu menyetujuinya.

“Saya ucapkan terima kasih karena berkesempatan untuk bertemu dengan Menparekraf ditengah kesibukan beliau. Memang kerinduan kami masuk dalam salah satu daftar VOA, karena memang Timor Leste salah satu wisman terbesar meskipun spendingnya tidak terlalu tinggi. Dan untuk MoU pihak kami sudah agree, hanya tinggal menunggu keputusan dari Indonesia,” ujar Dubes RI Timor Leste ini. (*/Philipo)

  • Bagikan