Duh! Oknum Ketua RT di Oesapa Diduga Teler Miras dan Aniaya Mahasiswa

  • Bagikan

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, SH., S.I.K saat dikonfirmasi Rabu malam, (20/1/2021) membenarkan adanya peristiwa itu.

Dugaan penganiayaan sudah dilaporankan dan sedang ditangani Anggotanya. Perkembangan selanjutnya nanti disampaikan.

” Ya benar masih di kantor Polsek. Lagi ditangani Reskrim,” ungkap Andri

Lebih lajut Andri mengatakan pihaknya memberikan ruang bagi kedua belah pihak untuk menempuh jalur damai atau tidak.

Sebab berdasarkan keterangan saksi, bahwa kedua pihak sama -sama menjadi korban dalam peristiwa dugaan pengeroyokan itu.

Baca Juga:  Kepala Inspektur Optimis Pemeriksaan Para Kades Tepat Waktu

Selain keempat korban itu, kata Kapolsek, Ketua RT juga mengalami luka lecet karena ada kontak fisik dengan korban EJL.

Sehingga kedua pihak diamankan dalam kurun waktu 1 × 24 jam sambil menunggu kesepakatan untuk saling berdamai.

“EJL ditegur oleh Ketua RT karena kumpul – kumpul di masa pandemi Covid”, ujar Kapolsek.

Sedangkan terkait permintaan keluarga EJL untuk dilakukan visum et repertum, AKP Andri Setiawan menjelaskan bahwa visum dilakukan jika ada Laporan Polisi (LP).

Baca Juga:  Anak Murid Calon Wabup Malaka, Mantan Kepsek Buka Suara Dukung Full

Format LP ada dua model, yakni model A dan model B. LP model A dibuat oleh pihak kepolisian berdasarkan laporan warga tentang adanya keributan. Sedangkan, LP model B dibuat berdasarkan laporan korban dan pelaku sendiri.

Menurut Andri, bukan saja mendengar keterangan dari korban dan pelaku, tetapi keterangan dari para saksi, bahwa keduanya salah dan bisa saja saling melaporkan. Sehingga dalam waktu 1 × 24 jam keduanya diamankan.

Baca Juga:  Bupati TTU Janji Naikan Gaji Tekoda & Terima Setiap Bulan

” Intinya, saya tidak mau intervensi. Saya kembalikan kepada mereka berdua yang bermasalah. Kalau mau diselesaikan secara keluarga juga, monggo. Yang pasti, kita masih mengedepankan humanis, sehingga kita kembalikan ke mereka berdua”, ujar Andri Setiawan.

Meski sempat memanas kedua pihak akhirnya memilih damai pada Kamis dini hari, pukul 01.45 Wita. Kedua pihak sepakat untuk berdamai.

Masalah tersebut diselesaikan kekeluargaan dengan menandatangani surat pernyataan kesepakatan damai. (Joka/ 04-TB )

Editor Giovanni E. Neno

  • Bagikan
error: Content is protected !!