Eksepsi Jonas Salean di Tolak, Pekan Depan Pemeriksaan Saksi

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, dalam putusan selanya, menyatakan menolak seluruhnya. Eksepsi dari terdakwa Jonas Salean mantan Walikot Kupang melalui kuasa hukum Yanto MP. Ekon.

Eksepsi terdakwa ditolak Hakim saat dibacakan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (17/11/2020).

Dalam amar putusan sela, majelis hakim menegaskan bahwa Pengadilan Tipikor Kupang berwenang untuk mengadili dan memutuskan kasus dugaan korupsi. Terkait bagi – bagi tanah Pemkot Kupang dengan terdakwa Jonas Salean mantan Walikota Kupang.

Baca Juga:  Kajari TTU Roberth J. Lambila, Ganti Bambang Sunardi

Menurut Hakim, majelis memiliki kewenangan untuk mengadili kasus itu. Karena yang didakwakan jaksa penuntut umum adalah soal pengalihan aset negara bukan soal penerbitan sertifikat.

“Pengadilan Tipikor Kupang memiliki kewenangan dalam mengadili dan memutuskan perkara. Dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota Kupang. Karena ini soal pengalihan aset negara bukan penerbitan sertifikat,” tegas hakim Jhonson.

Baca Juga:  Kasus Mafia Tanah Labuan Bajo, Ada Fakta Baru Waktu Dekat Umumkan Tersangka

Terkait dengan BPKP perwakilan NTT memiliki kewenangan dalam menghitung kerugian keuangan negara atau tidak.

Majelis hakim dengan tegas kembali menegaskan bahwa BPKP memiliki kewenangan dalam melakukan perhitungan kerugian keuangan negara.

Menurut Hakim seluruh eksepsi dari terdakwa melalui kuasa hukumnya perlu dikesampingkan karena yang dieksepsi oleh kuasa hukum terdakwa telah masuk dalam pokok perkara sehingga itu perlu dibuktikan dalam persidangan.

Baca Juga:  Mantan Kepala BIN Gories Mere Diperiksa Besok, Disusul Karni Elyas

Dengan ditolaknya eksepsi dari terdakwa melalui kuasa hukumnya, majelis hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk melanjutkan persidangan pada pemeriksaan saksi – saksi.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan sela terdakwa Jonas Salean, dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi.

Didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq. Turut hadir JPU, Herry C. Franklin, Hendrik Tiip dan Emerensiana Jehamat.

Sedangkan kuasa hukum terdakwa Yanto MP. Ekon. (Red/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!