Embung Oe Baki Sainama Rubuh, Belum Tau Penyebabnya

  • Bagikan

Timor Berita.Betun – Embung Kelompok Tani Oe Baki, Desa Sainama, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang baru selesai rampung dikerjakan ternyata sudah rubuh.

Bangunan embung yang rubuh dikerjakan suami dari Penjabat Desa setempat Brinsyna Elfrida Klau. Proyek pembangunan embung Pertanian senilai Rp 152.000.00.00.

Volume embung yang dikerjakan ukuran 15 x 15 meter. Ada pula item saluran masuk menuju bak penampung lebar 1 meter panjang 5 meter.

Ketua kelompok tani Oe Baki Paulus Nahak Lak saat dikonfirmasi Rabu (10/3/2021) menuturkan rubuhnya embung akibat debit air yang lebih besar. Sehingga terjadi longsor dan bangunan penahan longsor semuanya.

Baca Juga:  Pengeroyokan Wartawan di Haitimuk Cukup Alat Bukti, Saksi Mengarah Tersangka

“Roboh itu bukan karena pengerjaan tidak kuat kalau tidak kuat itu semua hancur,” ungkapnya.

Menurut Paulus proyek embung yang. dikerjakan swadaya dan suplaer pengadaan material adalah Blasius Bisik Loes suami dari penjabat Desa Saenama.

Ia menambahkan pegerjaan embung tahun 2020 dikerjakan sejak Juli tetapi sempat terhenti. Dilanjutkan Desember dan baru selesai di awal Februari.

” Saya lihat pekerjaan embung pondasinya tidak ada besi beton. Nah mungkin itu juga penyebab dari bangunan penahan yang rubuh,” ujarnya.

Baca Juga:  Panggung Para Penipu di Tanah Kering Kerontong

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ludo Asa menjelaskan anggaran embung merupakan anggaran tahun 2020 dengan pagu Rp 152.000.000.00 dan dikerjakan swakelola oleh kelompok tani Oe Baki.

Dikatakan, hasil monitoring kualitas pengerjaannya baik sesuai perencanaan. Robohnya tembok bukan kualitas tetapi akibat bencana akibat curah hujan tinggi belakangan ini.

” Mungkin saat pasang itu ada kesalahan sedikit makanya air merembes. Saya belum cek lagi di lokasi,” ujarnya.

Ia menuturkan sudah meminta fasilitator untuk turun ke lokasi untuk memastikan kerusakan longsor. Sehingga informasi kerusakan baru bisa diumumkan.jika tim fasilitator pendamping teknis kembali.

Baca Juga:  Pendukung KRS Minta Bupati dan Wabup Malaka Terpilih, Layani Tanpa Pilih Kasih

” Saya sudah perintahkan untuk turun cek di lokasi. Sekarang saya masih ikut kegiatan di kupang,” ujarnya.

Dikatakan, embung masih dalam tahapan pemeliharaan dan itu menjadi tanggungjawab pegurus kelompok untuk diperbaiki. Tentunya setelah kondisi curah hujan berkurang.

” Saya belum pastikan apakah kondisi embung karena alam atau dari sisi kualitas. Kita lihat kembali karena proses pengerjaan ada pondasi dari dasar dan untuk besi beton tidak ada,” tandasnya. (Vic-06)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!