Embung Rusak, DPRD Malaka Minta APH Turun Tangan

  • Bagikan

Timor Berita. Betun|| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka, pertanyakan rubuhnya bangunan embung Oe Baki Desa Saenama, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan embung senilai Rp 152 juta dari sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, diduga berpotensi terjadinya kerugian negara. Sehingga Aparat Penegak Hukum (APH) perlu turun tangan telusuri item pengerjaan itu.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Malaka, Krisantus Yulius Seran, Jumat (12/3/2021).

Baca Juga:  Cepat Mendongkrak Pembangunan Malaka, Program Sakti Solusinya

Ia merasa kesal dan prihatin embung yang baru selesai dikerjakan belum dimanfaatkan tapi sudah rusak. Padahal anggaran pagu sebesar Rp 152 juta, embung berukuran 15 x 15 meter dan pemasangan saluran setinggi 1 meter dengan panjang 5 meter.

” Nilai anggaran sebesar itu tentunya sangat kuat bangunannya. Sehingga sangat keliru bila beralasan lain,” ujarnya.

Menurut Krisantus pembangunan embung kualitasnya perlu pertanyakan. Sehingga aparat penegak hukum perlu telusuri pelaksanaannya. Diduga terjadinya penyimpangan, apalagi rekanan supplier itu adalah suami dari Penjabat Kepala Desa setempat.

Baca Juga:  Warga Rinhat Nilai Sosok Simon - Kim Layak Kelola Potensi Malaka

” Kita minta untuk telusuri. Supplier bekerja tidak sesuai regulasi maka harus berurusan dengan hukum dan itu tidak perlu ditoleransi,” tandasnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan sangat tidak beralasan kerusakan embung akibat bencana. Sebab sebelum dimulai kerja sudah dilakukan kajian ahli. Sebab semua pekerjaan proyek apapun tentunya dilakukan survei, perencanaan sesuai RABnya.

Baca Juga:  Dijanji Dapat Bantuan Warga Desa Wederok Setor Uang

” Saya menduga ada penyimpangan. Sehingga periksa dan selidiki PPK dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Menurut Krisantus kegiatan pembangunan embung dengan sebutan swakelola itu pun sekedar simbol saja. Masyarakat hanya dimanfaatkan namanya saja. Sehingga perlu ditelusuri lebih detail pengerjaan embung tersebut,” tandasnya. (Vic-06/Gio)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan