Embung Saenama Rubuh, Begini Reaksi Inspektorat Malaka

  • Bagikan

TimorBerita. Betun || Inspektorat Kabupaten Malaka merespon serius informasi ambruknya embung pertanian di Desa Saenama, Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka.

Bangunan embung tersebut diduga dikerjakan asal jadi. Proyek embung penyediaan dan pembangunan prasarana dan sarana irigasi yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK), belum dimanfaat tetapi sudah rubuh. Bahkan pekerjaanya juga terlambat tidak sesuai kalender kerja yang ditentukan.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Malaka, Remigius Leki saat dikonfirmasi Rabu (18/3/2021 ) menegaskan terkait pembangunan embung yang rubuh di Desa Saenama itu, pihaknya sudah mendapat informasi melalui pemberitaan media. Sehingga untuk memastikan kondisi pembangunan tersebut pihaknya segera turun dilapangan.

” Nanti kami akan cek langsung ke lapangan sehingga bisa lihat juga kondisi fisik embung,” ujarnya.

Baca Juga:  Kejutan, Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun Atasi Covid di Sumsel

Menurut Remigius, pihaknya akan berkordinasi terlebih dahulu dengan Dinas terkait yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan juga Dinas Pertanian Malaka. Koordinasi yang dilakukan memastikan data riil sehingga bisa memudahkan uji lapangan terkait pemanfaatan anggaran tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Embung Kelompok Tani Oe Baki, Desa Sainama, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang baru rampung dikerjakan ternyata sudah rubuh.

Bangunan embung yang rubuh diduga dikerjakan suami dari Penjabat Desa setempat. Proyek pembangunan embung Pertanian senilai Rp 152 juta
waktu pekerjakan selama 120 hari kalender kerja. Terhitung 25 Agustus Agustus 2020. Akan tetapi baru selesai di Februari 2021 tetapi belum sebulan rampung embung tersebut rubuh.

Baca Juga:  Bertindak Seolah Auditor, Araksi NTT Dikecam Lembaga Pemerintah

Volume embung yang dikerjakan ukuran 15 x 15 meter. Ada pula item saluran masuk menuju bak penampung lebar 1 meter panjang 5 meter.

Ketua kelompok tani Oe Baki Paulus Nahak Lak saat dikonfirmasi Rabu (10/3/2021) menuturkan rubuhnya embung akibat debit air yang lebih besar. Sehingga terjadi longsor dan bangunan penahan longsor semuanya.

“Roboh itu bukan karena pengerjaan tidak kuat kalau tidak kuat itu semua hancur,” ungkapnya.

Menurut Paulus proyek embung yang. dikerjakan swadaya dan suplaer pengadaan material adalah Blasius Bisik Loes suami dari penjabat Desa Saenama.

Ia menambahkan pegerjaan embung tahun 2020 dikerjakan sejak Juli tetapi sempat terhenti. Dilanjutkan Desember dan baru selesai di awal Februari.

“Saya lihat pekerjaan embung pondasinya tidak ada besi beton. Nah mungkin itu juga penyebab dari bangunan penahan yang rubuh,” ujarnya.

Baca Juga:  Pilpres 2024, Duet Cak Imin - AHY Atau Puan - Cak Imin

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ludo Asa menjelaskan anggaran embung merupakan anggaran tahun 2020 dengan pagu Rp 152.000.000.00 dan dikerjakan swakelola oleh kelompok tani Oe Baki.

Dikatakan, robohnya tembok bukan kualitas tetapi akibat bencana akibat curah hujan tinggi belakangan ini. Sebab sesuai monitoring kualitas pengerjaannya sudah sesuai perencanaan.

“Mungkin saat pasang itu ada kesalahan sedikit makanya air merembes. Saya belum cek lagi di lokasi,” ujarnya.

Ia menuturkan sudah meminta fasilitator untuk turun ke lokasi untuk memastikan kerusakan longsor. Sehingga informasi kerusakan baru bisa diumumkan setelah ada laporan dari tim fasilitator. (Vic/Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!