Enam Kades Malaka “Melawan” Kajari Belu Turun Tangan

  • Bagikan

Timor Berita.Betun || Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu kembali memanggil enam orang mantan kepala desa di wilayah Kabupaten Malaka.

Para mantan pejabat ini dinilai “melawan” tak ada itikad baik untuk kembalikan kerugian negara.

Lima mantan kepala desa (Kades) dan satu kades aktif akhirnya dipanggil untuk diperiksa aparat penegak hukum pada Kamis (19/8/2021).

Berikut nama para mantan kades dan kades aktif yang dipanggil Kejari Belu yakni JTN mantan Kades Alala, YKBM mantan Kades Manumuti Silole, AT mantan Kades Tafuli, AS mantan Kades Nass, VBS mantan penjabat Desa Maktihan, FTU mantan Kades Raiulun.

Baca Juga:  15 Tahun Lagi NTT Provinsi Terkaya Indonesia

Kajari Belu Alfons G.Loemau melalui Kasi Pidsus Michael A. F Tambunan mengatakan lima mantan Kades dan satu kades aktif dipanggil dalam rangka menindaklanjuti laporan hasil temuan Inspektorat Kabupaten Malaka.

Menurut Michael keenam orang ini sebagai penanggung jawab pengelolaan dana desa. Tetapi hingga batas waktu mereka belum juga mengembalikan kerugian negara. Sehingga pihaknya terus mendalami keterangan. Kasus ini ditindaklanjut proses hukumnya.

Baca Juga:  Menangis Kesakitan Sis PSI Kesal Terkena Hujan Batu Depan Rumah Jabatan Bupati Malaka

“Kades yang hadir tadi belum menindaklanjuti hasil temuan inspektorat. Kita akan panggil ke kantor untuk dimintai keterangan lanjutan,” ujar Michael.

Dikatakan saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Sehingga masih didalami bukti. Apakah masuk tindak pidana atau tidak ditunggu saja pendalaman nanti. Hasil penyelidikan akan diumumkan secara terang benderang siapa saja yang terlibat.

Baca Juga:  Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Malaka Berakhir, DPRD Gelar Paripurna

Michael menambahkan sebelumnya 12 desa sudah teken berita acara siap untuk kembalikan temuan kerugian negara. Tetapi hingga batas waktu hanya enam desa yang kembalikan kerugian. Sedangkan enam desanya tidak memiliki etikad baik sehingga pihak Kejari turun tangan.

” Mau penjarain orang atau kembalikan kerugian Negara intinya mindsetnya harus dirubah. Sebab negara boros jika penjarakan orang. Sekarang kita lagi fokus untuk mengembalikan kerugian negara,” ujar Michael. (Viki Bria/Red)

  • Bagikan
error: Content is protected !!