Fronteira Garden Hadir di Batas Negara Ajak Petani Milineal

  • Bagikan

TimorBerita. Betun –Fronteira Garden menjadi salah satu kelompok tani di Kabupaten Malaka, yang kini berkembang pesat.

Area lahan kelompok ini terletak di pintu perbatasan Timor Leste, tepatnya di Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka.

Kelompok tani ini hadir mandiri dan di sponsori langsung perusahan panah merah. Kelompok ini lebih fokus untuk pemberdayaan petani milineal di perbatasan negara.

Mau tahu Frontera Garden memiliki kebun seluas kurang lebih 7.000 m2 yang digunakan untuk menanam berbagai macam tanaman.

Jenis tanaman yang sudah ditanam di Frontera Garden adalah tomat, cabai, melon dan paria.

Inisiator pendiri kelompok tani Fronteira Garden, Anonsiatus Marianus Rio saat ditemui Selasa (24/11/2020) menuturkan kelompok tani Frontera Garden hadir sebagai motivasi untuk menjawabi keinginan orang muda yang mau sukses di bidang pertanian.

Baca Juga:  Banyak Partai Mentok, PSI Sodok Papan Tengah

Saat ini kata Anonsiatus tidak perlu bergantung nasib kepada pemerintah untuk menjadi tenaga kontrak bahkan merantau ke luar daerah.Tetapi cukup di kampung halaman dengan semangat dan kemauan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

” Daerah kita rai Malaka subur, sangat berpotensi untuk meraup penghasilan. Asalkan ada niat mau kerja. Usaha bertani seperti yang dilakukan anggota kelompok tani Frontera Garden saat ini,” tandasnya.

Anonsiatus menuturkan kendati dirinya hanya selesai pendidikan SMA. Tetapi dengan semangat dan tekun berusaha akhirnya bisa juga berhasil. Semua anggota kelompok tani bisa meraup penghasilan besar dari usaha bertani.

Ia termotivasi membentuk kelompok ini khususnya petani milineal untuk menambah pendapatan juga ikut membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di Malaka. Kendati selama ini belum tersentuh bantuan pemerintah kabupaten.

Baca Juga:  Calon Bupati Malaka Imbau Jaga Kesejukan Jangan Terprofokasi

“Saya mengajak masyarakat khususnya orang muda untuk bercocok tanam. Jangan malu dengan ijasah sarjana. Selagi pekerjaan halal kenapa tidak mau berusaha tekuni pertanian, ” ujar Anonsiatus bernada guyon syarat makna.

Lelaki yang biasa disapa Anon menuturkan sebagai orang muda tentunya harus memiliki semangat keras. Jangan malas, gengsi atau terlena dengan gaya hidup orang lain yang selalu banyak santai tidak mau berusaha mndiri.

Menurutnya sebagai orang muda yang masih energi, berpendidikan dan cerdas harus hadir memberi motivasi dan contoh kepada masyarakat.

Sebaiknya berjuang kumpulkan investasi disaat masih umur muda, bukannya menunggu hingga usia rentan baru mau kebut usaha.

Baca Juga:  JANGKAR NTT Tolak UU KPK Hasil Revisi, Korupsi Bawang Malaka Jadi Contoh

“Ya sekali lagi saya mohon untuk yang muda tidak perlu berharap kepada Pemerintah. Sebab ijasah sarjana tidak selamanya harus bekerja di kantor,” tohoknya.

Sementara Chelestin yang kerap di sapa Jose pemilik perusahaan panah merah, mengatakan panah merah menyediakan bibit yang luar biasa. Sebagai bentukan dukungan terhadap kelompok tani orang muda Kobalima Timur untuk mencegah pengangguran dan tawuran kelompok muda.

Jose terus meyakinkan orang muda agar jangan ragu dan takut untuk kembangkan usaha bertani. Sebab orang sukses adalah orang yang berusaha dan berjuang keras. Saatnya petani milineal bangkit, semangat dan fokus bertani.

“Saya terharu dengan niat baik pemuda Kobaliman walaupun keterbatasan dana namun nekat swadaya sendiri,” sebut Jose

  • Bagikan